Houthi Klaim Paksa 8 Kapal Tanker Arab Saudi untuk Ubah Haluan
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompok Yaman tersebut telah memaksa delapan kapal tanker minyak Saudi untuk mengubah haluan, tanpa memberikan kerangka waktu. Pernyataan ini muncul seiring ketegangan baru yang pecah antara Houthi dan Arab Saudi.
“Angkatan bersenjata menegaskan mereka melanjutkan operasi pengepungan terhadap musuh Saudi dan tangan angkatan bersenjata akan mencapai kapal-kapal mereka, insya Allah, di mana pun mereka mampu melakukannya,” tambahnya.
Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli, dan baru-baru ini menolak laporan bahwa mereka akan mengenakan biaya pada kapal-kapal komersial yang berlayar melalui Selat Bab al-Mandeb.
Sementara itu, satu kapal tanker melaporkan ledakan dan percikan besar di dekatnya, 21 mil laut timur laut Khasab, Oman, menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
Tidak ada kerusakan pada kapal yang dilaporkan saat ini. UKMTO mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki, dan kapal-kapal di daerah tersebut disarankan untuk berlayar dengan hati-hati dan melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun.Lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz kembali menurun tajam, sementara pengiriman melalui Selat Bab al-Mandeb tetap stabil, menurut data terbaru dari perusahaan pelacak kapal Kpler.
Data mereka menunjukkan lalu lintas melalui Selat Hormuz turun 77 pada hari Kamis, dari 22 kapal sehari sebelumnya menjadi lima.
Pada saat yang sama, lalu lintas melalui Bab al-Mandeb relatif stabil, dengan 41, 39, dan 47 penyeberangan masing-masing pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis.
“Data tersebut menunjukkan perbedaan yang semakin besar di dua titik strategis penting di kawasan ini,” kata Kpler.
“Dengan posisi publik AS dan Iran yang masih bertentangan, operator memantau dengan cermat volume lalu lintas, perilaku rute, dan perkembangan diplomatik apa pun yang dapat membentuk kembali risiko di jalur pelayaran regional dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya.
Baca juga: Jutaan Warga Berunjuk Rasa di Seluruh Yaman, Dukung Kebijakan Blokade untuk Blokade





