10 Negara yang Paling Sering Diguncang Gempa Bumi, Indonesia di Peringkat Berapa?

10 Negara yang Paling Sering Diguncang Gempa Bumi, Indonesia di Peringkat Berapa?

Global | sindonews | Rabu, 29 Juli 2026 - 13:04
share

Menentukan negara mana yang paling sering terjadi gempa bumi bergantung pada bagaimana mengukur aktivitas seismik, tetapi satu negara secara konsisten mencatat lebih banyak gempa bumi daripada negara lain: Jepang.

Gempa bumi terjadi ketika batuan tiba-tiba bergeser di sepanjang patahan di kerak bumi. Karena banyak negara rawan gempa terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik, mereka mengalami aktivitas seismik yang sering terjadi, mulai dari gempa kecil hingga gempa besar.

Faktanya, gempa bumi adalah salah satu fenomena bumi yang paling dahsyat dan merusak. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan parah di daerah berpenduduk dan juga dapat memicu tsunami dan tanah longsor. Beberapa faktor berkontribusi terhadap gempa bumi, seperti tektonik lempeng, pergerakan magma di gunung berapi, fluktuasi suhu atau tekanan air, dan angin kencang. Meskipun mencegah gempa bumi tidak mungkin, ada langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan keselamatan Anda saat gempa terjadi.

10 Negara yang Paling Sering Diguncang Gempa Bumi, Indonesia di Peringkat Berapa?

1. Jepang: Negara dengan Gempa Bumi Terbanyak

Jepang sangat rawan gempa bumi, dengan jaringan padat yang mendeteksi bahkan getaran kecil. Negara ini terletak di atas empat lempeng tektonik, menjadikannya salah satu wilayah yang paling sering diguncang gempa di dunia.

Sekitar 10 hingga 20 persen dari semua gempa bumi dengan magnitudo 6,0 atau lebih tinggi terjadi di atau dekat Jepang.

Melansir World Atlas, Jepang, yang terletak di Cincin Api Pasifik—zona aktif seismik yang mengelilingi Samudra Pasifik—sangat rentan terhadap aktivitas tektonik dan gempa bumi. Untuk mengatasi hal ini, Jepang telah mengembangkan teknologi canggih yang mampu mendeteksi bahkan gempa terkecil sekalipun. Dengan lebih dari 1.000 seismometer yang ditempatkan secara strategis di seluruh pulau, para peneliti menemukan bahwa sebagian besar gempa bumi bersifat kecil dan tidak disadari oleh penduduk, meskipun kadang-kadang terjadi gempa yang lebih besar, yang dapat menyebabkan kerusakan atau kehilangan nyawa.Jepang juga mengoperasikan sistem peringatan nasional untuk memberi tahu penduduk tentang gempa bumi yang akan datang, memastikan mereka siap. Namun, penduduk tetap harus mempersiapkan diri dengan perlengkapan darurat, mengembangkan rencana penanggulangan bencana, dan mengidentifikasi jalur evakuasi untuk merespons gempa bumi dan bencana alam lainnya secara efektif.

2. Indonesia: Aktivitas Seismik Konstan

Indonesia terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik dan sering mengalami gempa bumi, termasuk gempa bumi besar di atas magnitudo 6,0 hampir setiap tahun.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mencatat ribuan gempa setiap tahunnya, menjadikannya salah satu wilayah paling aktif di dunia.

3. China: Sejarah Panjang Gempa Bumi yang Merusak

China memiliki sejarah panjang gempa bumi dahsyat, dengan beberapa bencana alam paling mematikan dalam sejarah modern.

Peristiwa seperti gempa Tangshan 1976 dan gempa Provinsi Sichuan 2008 menyebabkan kerusakan besar dan banyak korban jiwa.

China sangat rentan terhadap gempa bumi karena beberapa alasan. Letaknya di atas beberapa lempeng tektonik aktif yang terus bergerak dan bergesekan satu sama lain, menciptakan tekanan di kerak bumi. Selain itu, China memiliki banyak daerah pegunungan yang rawan longsor dan peristiwa geologis, yang juga dapat menyebabkan gempa bumi di wilayah sekitarnya.

4. Filipina: Gempa Bumi dan Gunung Berapi yang Sering Terjadi

Filipina terletak di sepanjang batas lempeng utama di Cincin Api Pasifik, sehingga sangat rawan gempa bumi.Filipina secara teratur mengalami aktivitas seismik bersamaan dengan aktivitas gunung berapi, meningkatkan risiko secara keseluruhan.

5. Meksiko: Aktif di Sepanjang Pantai Pasifik

Lokasi Meksiko di sepanjang pantai barat menempatkannya langsung di zona seismik utama. Zona subduksi di bawah Samudra Pasifik berkontribusi pada seringnya terjadi gempa bumi.

Negara ini secara konsisten mencatat jumlah gempa bumi yang tinggi setiap tahunnya.

6. Iran: Banyak Garis Patahan

Iran terletak di beberapa garis patahan aktif tempat lempeng tektonik bertemu, yang menyebabkan seringnya terjadi gempa bumi. Geografinya menjadikannya salah satu negara yang paling rawan gempa di Timur Tengah.

Iran adalah salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia, dengan sejarah gempa bumi dahsyat yang telah menewaskan ribuan orang selama bertahun-tahun. Karena lokasinya di sepanjang beberapa batas lempeng dan garis patahan, Iran mengalami frekuensi aktivitas seismik yang tinggi, yang mengakibatkan medan yang sulit dan bangunan yang tidak stabil.

Salah satu gempa terburuk yang melanda Iran terjadi di provinsi Gilan. Gempa ini pada tahun 1990 menelan lebih dari 40.000 jiwa. Terlepas dari tragedi mengerikan ini, warga Iran terus tinggal di negara yang indah ini karena mereka tahu bagaimana mempersiapkan diri menghadapi bencana alam seperti gempa bumi.

7. Turki: Zona Patahan Utama

Turki terletak di dekat garis patahan utama antara lempeng tektonik, yang mengakibatkan aktivitas seismik reguler dan gempa bumi dahsyat sesekali.

Peristiwa-peristiwa ini telah menyebabkan kerusakan luas pada kota-kota dan infrastruktur.

8. Amerika Serikat: Beragam Wilayah Seismik

Amerika Serikat mengalami gempa bumi di beberapa wilayah, terutama di sepanjang Patahan San Andreas di California dan Alaska.Daerah-daerah ini menghasilkan gempa bumi kecil dan gempa bumi signifikan yang dapat berdampak pada populasi besar.

Sekilas, AS mungkin tampak bukan kandidat yang mungkin untuk menjadi salah satu negara yang paling rawan gempa di dunia. Lagipula, AS tidak terletak di wilayah yang secara tradisional rawan gempa. Namun, yang membuat AS begitu rentan terhadap gempa bumi adalah lanskap geologisnya yang unik.

Salah satu faktor utama yang berkontribusi pada risiko gempa bumi yang tinggi di AS adalah posisinya di sepanjang beberapa garis patahan utama, termasuk Patahan San Andreas dan Patahan New Madrid. Garis patahan yang sangat aktif ini membentang di sebagian besar wilayah barat negara itu, sehingga membahayakan jutaan orang.

Faktor kunci lain yang berkontribusi pada risiko gempa bumi yang tinggi di AS adalah populasinya yang besar. Dengan total populasi lebih dari 300 juta orang, AS memiliki salah satu populasi tertinggi di dunia. Ini berarti bahwa bahkan gempa bumi yang relatif kecil pun dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan nyawa yang signifikan, karena banyaknya orang yang terkena dampaknya.

9. Peru: Aktif di Sepanjang Cincin Api

Peru terletak di sepanjang Cincin Api Pasifik dan sering mengalami gempa bumi karena zona subduksi.

Sebagian besar adalah gempa kecil, tetapi wilayah ini mampu menghasilkan gempa besar.

10. Italia: Aktivitas Seismik di Eropa

Melansir HowStuffWorks, Italia adalah salah satu negara yang paling rawan gempa di Eropa karena lokasinya di beberapa garis patahan. Negara ini mengalami gempa bumi periodik yang memengaruhi kota-kota bersejarah dan infrastruktur modern.

Dengan bentang alam yang terdiri dari pegunungan terjal, gunung berapi tidak aktif, dan dataran pantai, Italia rentan terhadap aktivitas seismik karena lokasinya di beberapa garis patahan. Yaitu, Lempeng Eurasia, yang dikelilingi oleh Lempeng Laut Aegea, Lempeng Adriatik, dan Lempeng Anatolia.

Italia telah mengalami beberapa gempa bumi paling merusak, termasuk gempa Messina tahun 1908 yang menewaskan lebih dari 75.000 orang dan gempa Irpinia tahun 1980 dengan lebih dari 2.400 korban jiwa. Terlepas dari bencana ini, warga Italia masih tinggal dan bekerja di wilayah yang rentan terhadap aktivitas seismik di masa depan.

Topik Menarik