Gempa Jepang Tewaskan 3 Orang setelah Ledakan di Mal Kumamoto dan Bangunan Runtuh
Gempa bumi berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) yang melanda Prefektur Kumamoto selatan Jepang pada hari Selasa, menewaskan dua orang setelah ledakan menghancurkan satu pusat perbelanjaan dan satu orang lainnya tewas akibat runtuhnya bangunan. Gempa juga memutus aliran listrik ke ribuan rumah dan merusak jalan di seluruh wilayah tersebut.
Pemerintah prefektur mengatakan pada Rabu pagi bahwa tim penyelamat yang bekerja di lokasi kejadian semalaman telah mengevakuasi delapan orang dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto, tempat ledakan terjadi setelah gempa.
Dari delapan orang tersebut, dua wanita berusia 20-an dipastikan meninggal, sementara satu orang lainnya dilaporkan mengalami henti jantung dan pernapasan. Lima orang lainnya terluka, tetapi para pejabat mengatakan kondisi mereka tidak mengancam jiwa.
Tim penyelamat kebakaran darurat, polisi, dan personel Pasukan Bela Diri bekerja sama di lokasi kejadian semalaman, memusatkan operasi pencarian di area bangunan tempat panggilan bantuan telah diterima.
Berbicara kepada wartawan dari kantornya di Tokyo pada hari Selasa, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pihak berwenang masih menilai sepenuhnya kerusakan di daerah tersebut, yang juga hancur akibat gempa dahsyat satu dekade lalu."Kami telah diberitahu bahwa ada orang yang terluka. Pemadaman listrik dan kebakaran telah terjadi di beberapa daerah, dan juga terjadi kerusakan pada jalan dan jembatan serta runtuhnya bangunan," kata Takaichi.
Sekitar 300.000 orang diinstruksikan untuk pergi ke pusat evakuasi, sementara gempa susulan terus bergemuruh di daerah tersebut di pulau Kyushu bagian barat daya Jepang.
Seperti Abu Gunung Berapi yang Berjatuhan
Salah satu sisi mal, yang menampung sekitar 200 toko, hancur akibat ledakan, memperlihatkan balok baja dan menyebarkan puing-puing di tempat parkir, seperti yang terlihat dalam rekaman.Seorang juru bicara operator mal Aeon (8267.T), mengatakan pelanggan dan karyawan dievakuasi segera setelah gempa awal dan penyebab pasti ledakan yang terjadi kemudian masih belum jelas.
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan ledakan gas, lapor stasiun televisi NTV.Kazuya Tsurunaga mengatakan kepada TBS bahwa ia terkejut oleh ledakan tersebut saat membersihkan piring-piring yang pecah akibat gempa di dalam pub sekitar 300 meter dari mal Aeon.
"Dampaknya sangat besar. Awan asap besar mengepul, dan karena angin kebetulan bertiup dan arah angin menuju toko, area di sekitar kami seperti berjatuhan abu vulkanik," ungkap dia.
Beberapa orang juga hilang setelah cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries (3836.T), lapor stasiun televisi NHK, sementara dua rumah sakit masing-masing dilaporkan merawat lebih dari 50 orang, beberapa dalam kondisi serius.
Beberapa penumpang yang berada di dalam kereta cepat pada saat gempa terjadi juga mengalami luka-luka, kata operator.
Baca juga: Gempa Bumi 7,1 SR Guncang Jepang, Ratakan Banyak Bangunan, Dilaporkan Banyak Korban Tewas




