Gempa Bumi 7,1 SR Guncang Jepang, Ratakan Banyak Bangunan, Dilaporkan Banyak Korban Tewas

Gempa Bumi 7,1 SR Guncang Jepang, Ratakan Banyak Bangunan, Dilaporkan Banyak Korban Tewas

Global | sindonews | Rabu, 29 Juli 2026 - 05:58
share

Gempa bumi berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) melanda Prefektur Kumamoto di wilayah Kyushu selatan Jepang. Gempa menyebabkan kerusakan luas dan menewaskan “sejumlah besar orang,” menurut media lokal.

Gempa terjadi tepat sebelum pukul 16.30 waktu setempat pada hari Selasa, dengan pusat gempa sekitar 20 km selatan Kumamoto, kota berpenduduk 700.000 jiwa. Rekaman video menunjukkan jalan retak, jembatan runtuh, dan bangunan bergoyang saat gempa terjadi.

Polisi menanggapi laporan ledakan di Aeon Mall di Kumamoto, dan menemukan lantai dua bangunan telah runtuh.

Stasiun televisi TBS Jepang mengatakan “sejumlah besar” orang tewas dalam runtuhan tersebut, sementara layanan darurat mengatakan “banyak orang” terjebak di bawah reruntuhan.

“Kami masih menilai tingkat cedera dan kerusakan properti, tetapi saya telah diberitahu bahwa sudah ada beberapa korban luka,” kata Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pernyataan.Takaichi mengatakan 3.600 tentara akan dikerahkan untuk membersihkan puing-puing dan mencari korban selamat.

Laporan dari berbagai media Jepang menunjukkan setidaknya 100 orang telah dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Kebakaran dan pemadaman listrik telah dilaporkan di seluruh Prefektur Kumamoto, dan layanan kereta api telah ditangguhkan di wilayah tersebut.

Sekitar 300.000 orang telah diinstruksikan untuk pergi ke pusat evakuasi, karena kedalaman gempa yang dangkal, yaitu 10 km, berarti ratusan gempa susulan diperkirakan akan terjadi dalam beberapa jam dan hari mendatang.

Menurut Badan Meteorologi Jepang, sudah ada setidaknya 60 gempa susulan, dengan magnitudo antara 1 hingga 4.Gempa tersebut tidak menyebabkan "kerusakan atau masalah keamanan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Sendai," yang terletak sekitar 100 km dari pusat gempa, tulis Badan Energi Atom Internasional di media sosial.

Beberapa kebakaran telah terjadi sejak gempa melanda. Petugas pemadam kebakaran di Kota Uki, Kota Hikawa, dan Kota Hitoyoshi dilaporkan telah dikirim untuk memadamkan kebakaran bangunan yang terkait dengan gempa bumi.

Dua gempa bumi dahsyat melanda Kumamoto pada tahun 2016. Gempa berkekuatan 6,5 magnitudo diikuti oleh gempa berkekuatan 7,3 magnitudo dua hari kemudian, menewaskan 273 orang dan melukai lebih dari 2.800 orang.

Terletak di atas pertemuan empat lempeng tektonik utama, Jepang adalah salah satu negara yang paling aktif secara seismik di dunia.

Pada tahun 2011, gempa bumi terkuat keempat di dunia melanda lepas pantai wilayah Tohoku timur laut Jepang, memicu tsunami yang menewaskan hampir 20.000 orang dan menyebabkan kebocoran di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, yang pada akhirnya membuat sebagian besar daerah sekitarnya praktis tidak layak huni.

Pekan lalu, pasukan AS dan Jepang melakukan latihan simulasi gempa bumi berkekuatan 8 hingga 9 magnitudo di sepanjang Palung Nankai di lepas pantai Pasifik Jepang. Komite Penelitian Gempa Jepang memperkirakan peluang terjadinya gempa serupa dalam 30 tahun ke depan adalah 70 hingga 80.

Baca juga: Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi

Topik Menarik