Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Militer Rumania telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) dengan jet tempur F-16 di atas Laut Hitam pada hari Minggu. Negara anggota NATO itu menyalahkan Rusia dan akan memanggil duta besar Moskow untuk menyampaikan protes keras.
Drone tersebut ditembak jatuh hanya lima menit setelah memasuki wilayah udara Rumania. Menurut pemerintah Rumania, itu adalah drone ketiga yang ditembak jatuh dalam tiga hari berturut-turut di wilayahnya yang berbatasan dengan Ukraina.
Baca Juga: Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Rumania telah mengalami pelanggaran wilayah udara yang sering terjadi akibat serangan pesawat nirawak sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada tahun 2022, tetapi belum pernah menembak jatuh satu pun hingga Jumat lalu.
Menteri Pertahanan Radu Miruta menulis di Facebook, mengonfirmasi penembakan drone ketiga. Sedangkan Menteri Luar Negeri Oana Toiu menyampaikan protes keras terhadap Rusia. "Rumania akan memanggil duta besar Rusia menyusul pelanggaran berulang," tulisnya di X.Presiden Nicusor Dan mengatakan bahwa, berdasarkan penyelidikan, pesawat nirawak yang ditembak jatuh pada hari Jumat adalah model Shahed. "Yang digunakan oleh Federasi Rusia dalam perang agresinya terhadap Ukraina," katanya, yang dikutip AFP, Senin (27/7/2026).Menurutnya, penyelidikan terhadap pesawat nirawak yang ditembak jatuh pada hari Sabtu dan Minggu masih berlangsung.
“Tidak dapat diterima dan tidak dapat ditoleransi bagi Federasi Rusia untuk terus melanggar wilayah udara Rumania, yang juga merupakan wilayah udara NATO dan Uni Eropa,” katanya di X.
Rumania telah melaporkan puluhan pelanggaran wilayah udara oleh drone selama perang Rusia-Ukraina.
Salah satu drone menabrak gedung apartemen di Galati di perbatasan dengan Ukraina pada bulan Mei, melukai dua orang.
Pada tahun 2025, parlemen Rumania mengesahkan undang-undang yang mengizinkan penembakan jatuh drone yang melanggar wilayah udaranya.






