Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka

Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka

Global | sindonews | Minggu, 26 Juli 2026 - 09:26
share

Sebuah mobil menabraki kerumunan pawai komunitas lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ) di Berlin, Jerman, pada Sabtu malam. Satu orang tewas dan 17 lainnya luka-luka dengan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut polisi, mobil tersebut menabraki kerumunan di dekat perayaan yang dikenal sebagai Berlin Pride Festival atau perayaan Christopher Street Day tahunan. Serangan mobil ini memicu perburuan terhadap pelakunya.

Baca Juga: Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ

Beberapa jam setelah serangan, banyak detail masih belum jelas. Namun, polisi mengatakan kendaraan tersebut menabrak beberapa orang setelah menerobos masuk ke taman Tiergarten di pusat kota, dekat Brandenburg Gate. Polisi kemudian mengatakan telah mengidentifikasi seorang Islamis sebagai tersangka dan sedang berupaya menangkapnya.

"Menurut informasi terbaru kami, kendaraan tersebut melaju ke Tiergarten sekitar pukul 22.00 (20.00 GMT), melukai beberapa orang dalam prosesnya, dan kemudian berhenti setelah menabrak pohon di Tiergarten," kata kepolisian setempat melalui seorang juru bicara di tempat kejadian.

"Kendaraan itu kosong, itulah sebabnya kami saat ini bekerja keras untuk melacak pelaku atau para pelaku," ujarnya, yang dikutip Reuters, Minggu (26/7/2026).Pihak pemadam kebakaran mengatakan bahwa di antara yang terluka, delapan orang mengalami luka serius dan dari jumlah tersebut, tiga berada dalam kondisi kritis.

"Kami sekarang telah mengidentifikasi tersangka. Tindakan terhadap tersangka ini, yang belum ditangkap, sedang dilakukan. Namun, tersangka ini dikenal polisi sebagai anggota kelompok Islamis di Berlin," imbuh juru bicara polisi kepada wartawan.

Polisi mengatakan kendaraan itu berwarna putih, dan menggambarkannya sebagai kemungkinan mobil, minivan, atau minibus. Tabloid Bild mengutip seorang saksi mata yang mengatakan itu adalah sebuah van dan seorang pria keluar darinya dan melarikan diri dengan berjalan kaki.

Ratusan ribu orang telah berkumpul dengan damai di ibu kota Jerman untuk perayaan Christopher Street Day tahunan, salah satu acara LGBTQ terbesar di Eropa, sebelum serangan yang tampaknya terjadi mengakhiri acara tersebut secara tiba-tiba.

Sejumlah besar kendaraan layanan darurat berada di lokasi kejadian."Ini adalah salah satu hari terburuk bagi komunitas LGBTQ dan hari yang secara pribadi saya harap tidak akan pernah saya alami. Saya terkejut," kata Julian Miethig, yang menghadiri acara tersebut.

Christopher Street Day (CSD) menarik ratusan ribu orang ke ibu kota Jerman setiap tahunnya. Acara ini memperingati pemberontakan Stonewall tahun 1969 di New York dan menggabungkan parade dengan tuntutan politik untuk kesetaraan, inklusi, dan perlindungan terhadap diskriminasi.

Pertama kali diadakan di Berlin Barat pada tahun 1979, CSD telah berkembang dari demonstrasi kecil menjadi acara utama dalam kalender budaya dan politik kota. Parade adalah inti dari CSD, tetapi disertai dengan berbagai acara politik, budaya, dan partai yang diadakan di seluruh kota.

Dalam beberapa tahun terakhir, Jerman telah mengalami serangkaian insiden di mana sebuah mobil menabrak kerumunan, menyebabkan kematian.

Pada bulan Mei, seorang pria yang diyakini memiliki masalah kesehatan mental menabrakkan mobilnya ke zona pejalan kaki pusat kota Leipzig di Jerman timur, menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya secara serius.

Tahun lalu, dua orang tewas di kota Mannheim di Jerman barat ketika seorang pria berusia 40 tahun yang menurut pihak berwenang memiliki gangguan psikologis menabrakkan mobilnya ke sekelompok pejalan kaki. Beberapa minggu sebelumnya, seorang warga negara Afghanistan yang dicurigai oleh jaksa melakukan serangan serupa pada demonstrasi serikat pekerja di Munich, menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 40 orang, termasuk anak-anak.

Pada Desember 2024, beberapa orang tewas dalam serangan penabrakan mobil di pasar Natal di kota Magdeburg di Jerman timur. Pelaku yang dicurigai adalah seorang psikiater asal Arab Saudi dengan riwayat retorika anti-Islam yang telah tinggal di Jerman selama hampir dua dekade.

Topik Menarik