Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel

Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel

Global | sindonews | Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29
share

Ulama Palestina, Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, telah ditangkap pasukan Indonesia pada Kamis pekan lalu dan keesokan harinya langsung dideportasi ke Siprus. Asosiasi Ulama Palestina dan organisasi hak asasi manusia (HAM) khawatir bahwa Siprus akan menyerahkan Sheikh Miqdad kepada Israel.

Dewan Jenewa untuk Hak dan Kebebasan, sebuah organisasi non-pemerintah, mengatakan Sheikh Miqdad dideportasi dengan cepat oleh pihak berwenang Indonesia ke Siprus meskipun ada surat perintah penangkapan yang memungkinkan penahanan hingga dua minggu.

Baca Juga: Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel

Menurut organisasi tersebut, penangkapannya oleh pasukan Indonesia berdasarkan red notice Interpol dikeluarkan melalui Biro Pusat Nasional Interpol di Nicosia.

Organisasi itu menyatakan alasan pasukan Indonesia menangkap dan mendeportasi ulama itu ke Siprus adalah karena ada risiko melarikan diri, kemungkinan penyembunyian bukti, dan penegakan undang-undang anti-terorisme. Namun belum jelas apa kasus yang dituduhkan terhadap Sheikh Miqdad yang membuatnya ditangkap.

Dewan Jenewa mengatakan dokumen yang telah mereka periksa tidak menyebutkan tindakan yang dikaitkan dengan Miqdad, tidak menyertakan bukti pendukung, atau memberikan deskripsi yang jelas tentang tuduhan terhadapnya.Organisasi tersebut juga menekankan bahwa keberadaan red notice Interpol “tidak membebaskan negara dari kewajiban mereka berdasarkan hukum hak asasi manusia internasional”.

Organisasi itu juga khawatir pemindahan Miqdad ke Siprus menjadi awal permintaan ekstradisi oleh Israel—yang pada akhirnya bisa berujung pada penyiksaan oleh aparat rezim Zionis.

Keluarga Miqdad, menurut organisasi tersebut, mengeklaim kasus ini bermotivasi politik karena advokasi publiknya untuk hak-hak Palestina dan penentangannya terhadap perang di Gaza.

Profil Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad

Informasi yang tersedia dari berbagai organisasi Palestina menunjukkan bahwa Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad merupakan seorang ulama asal Palestina. Dia dikenal aktif dalam kegiatan dakwah atau ceramah keagamaan dan pendidikan Islam.

Pernyataan resmi dari Asosiasi Ulama Palestina menyebutkan bahwa Miqdad sebagai salah satu anggotanya. Organisasi tersebut menggambarkannya sebagai seorang ulama yang aktif dalam aktivitas keilmuan dan dakwah.Tak banyak informasi biografis yang dipublikasikan secara luas mengenai sosok ulama Palestina tersebut, termasuk pendidikan formal dan riwayat akademiknya.

Pemindahan ulama itu dari Indonesia ke Siprus terjadi beberapa hari setelah polisi Siprus mengumumkan ekstradisi tersangka keempat dari luar negeri dalam penyelidikan terorisme yang sedang berlangsung di Larnaca.

Para tersangka menghadapi 12 dakwaan, termasuk terorisme, konspirasi untuk melakukan kejahatan, dan kepemilikan bahan peledak.

Seorang pria berusia 32 tahun dan seorang pria berusia 38 tahun telah ditahan terkait tuduhan bahwa mereka merencanakan serangan terhadap kepentingan Israel di Siprus setelah menerima instruksi dari luar negeri.

Seorang tersangka berusia 54 tahun, yang juga ditahan dalam kasus ini, dibebaskan pada bulan Juni setelah pengadilan distrik Larnaca menolak permintaan untuk melanjutkan penahanannya.Pengadilan menetapkan persyaratan uang jaminan sebesar €1 juta dengan penjamin, penyerahan dokumen perjalanan, dan kewajiban untuk melapor ke polisi empat kali seminggu.

Seorang saudara laki-laki berusia 57 tahun dari salah satu tersangka juga ditangkap selama penyelidikan tetapi kemudian dibebaskan setelah pihak berwenang tidak menemukan bukti yang melibatkannya.

Penyelidikan dimulai setelah penggeledahan polisi di tempat-tempat di Governor’s Beach dan daerah Kamares di Larnaca menyebabkan penemuan zat kimia, termasuk amonium nitrat, yang sedang diperiksa oleh para penyelidik sebagai bagian dari kasus ini.

Sebelumnya, pihak berwenang Siprus menduga bahwa kasus ini terkait dengan seorang pria berusia 37 tahun yang ditangkap di Yunani, yang dilaporkan mengaku kepada pihak berwenang bahwa dia menghadiri kamp pelatihan Hamas di Malaysia pada tahun 2025.

Topik Menarik