Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran

Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran

Global | sindonews | Selasa, 21 Juli 2026 - 22:06
share

Seorang pejabat senior Iran mengatakan para mediator telah menyampaikan kepada Teheran satu proposal gencatan senjata 10 hari yang bertujuan mengurangi ketegangan dengan Amerika Serikat dan menciptakan peluang menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai antara kedua pihak bulan lalu. Kabar itu diungkap pejabat Iran pada Reuters pada hari Senin (20/7/2026).

Proposal tersebut muncul di tengah meningkatnya konfrontasi militer antara Washington dan Teheran, yang ditandai dengan serangan AS yang berkelanjutan dan meluasnya serangan balasan Iran.

Menurut CNN, eskalasi tersebut telah menimbulkan pertanyaan di Washington tentang tujuan kampanye militer Presiden AS Donald Trump dan bagaimana konflik tersebut dapat diakhiri.

Stasiun televisi tersebut juga melaporkan pemerintahan AS menghadapi tantangan militer dan politik yang semakin besar, termasuk ancaman Iran yang berkelanjutan terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz, meningkatnya korban jiwa militer AS, dan kekhawatiran konflik tersebut dapat meluas di seluruh wilayah.

Pada hari Senin, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah menargetkan situs-situs militer AS di seluruh Timur Tengah setelah serangan udara AS lainnya di kota-kota Iran. Pertukaran serangan semakin memperburuk kesepakatan gencatan senjata sementara antara kedua pihak.

Menurut Reuters, harga minyak sempat naik di atas USD90 per barel setelah pengiriman melalui Selat Hormuz kembali terganggu.

Presiden Donald Trump membela serangan terbaru AS, menggambarkannya sebagai pembalasan atas kematian anggota militer Amerika, meskipun tekanan politik domestik meningkat terkait kenaikan harga bahan bakar.

Konflik juga meluas hingga mencakup serangan terhadap fasilitas desalinasi, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kekurangan air di beberapa bagian Teluk dan meningkatkan kekhawatiran infrastruktur sipil menjadi target yang semakin besar dalam permusuhan.

Meskipun pertukaran serangan terus berlanjut, baik Teheran maupun Washington secara terpisah telah mengindikasikan kesediaan mereka untuk kembali bernegosiasi, meskipun belum ada pembicaraan baru yang diumumkan.

Baca juga: Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran

Topik Menarik