4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total

4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total

Global | sindonews | Minggu, 12 Juli 2026 - 03:35
share

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei telah menyampaikan apresiasi yang tulus atas jumlah hadirin yang "menakjubkan, mematahkan perlawanan musuh, dan bersejarah" dalam pemakaman Pemimpin yang gugur, bersumpah bahwa pembalasan dendam terhadap "para pembunuh yang kriminal dan tercela" pasti akan terjadi.

Dalam pesan yang dikeluarkan setelah upacara pemakaman Pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, Pemimpin memuji partisipasi publik yang besar di Iran dan Irak, menyebutnya sebagai demonstrasi dukungan yang luar biasa.

4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total

1. Menghargai Orang yang Mencintai Khamenei

“Kami berjanji untuk membalaskan darah suci Pemimpin yang gugur dan semua martir dari kedua perang ini dari para pembunuh yang keji dan tercela,” kata Ayatollah Khamenei, dilansir Press TV.

“Saya sangat menghargai kehadiran puluhan juta orang di kota-kota dan desa-desa di Iran dan Irak, terutama Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad,” katanya, menggambarkan jumlah hadirin sebagai “menakjubkan, menghancurkan musuh, dan bersejarah.”

Menyapa Pemimpin yang gugur secara langsung, Ayatollah Khamenei berkata, “Dengan mata berlinang air mata dan hati yang hancur, saat kami mengucapkan selamat tinggal kepada jenazahmu, kami berjanji untuk melestarikan ajaranmu dan dengan teguh mengikuti jalan lurus yang telah kau tetapkan, tanpa takut akan kesulitan dan menaruh kepercayaan kami, seperti yang kau lakukan, pada janji-janji Tuhan.”Iran telah memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, seorang cendekiawan terkemuka, tokoh politik, veteran perang, dan putra dari Pemimpin yang gugur, sebagai Pemimpin Ketiga Revolusi Islam pada momen penting dalam sejarah negara tersebut.

2. Tuntutan Bangsa Iran

Pemimpin menyatakan bahwa membalas darah Pemimpin yang gugur dan semua martir dari dua perang agresi AS-Israel terhadap Iran adalah “tuntutan bangsa kita dan tentu harus dilaksanakan.”

Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa mereka yang bertanggung jawab “akan membawa ke liang kubur mereka mimpi kematian yang damai di tempat tidur,” menambahkan bahwa janji tersebut “tidak bergantung pada kehadiran saya atau pejabat lainnya.”

“Baik kita ada di sini atau tidak, ini akan terwujud, dan segera, orang-orang merdeka di seluruh dunia masing-masing akan melaksanakan sebagian dari misi ilahi ini,” katanya.

3. Melayani Imam

Ayatollah Khamenei juga memberikan penghormatan kepada mereka yang gugur bersama Pemimpin yang telah gugur, dengan mengatakan, “Berbahagialah kalian, yang kini menjadi tamu Sang Guru yang telah kalian layani dengan penuh pengabdian.”

Menyapa Ali ibn Musa al-Rida, Imam kedelapan Muslim Syiah, pesan tersebut menggambarkan Pemimpin yang telah gugur sebagai “seorang hamba yang rendah hati” yang telah mendedikasikan segalanya untuk imannya dan untuk melayani Imam.

Pesan itu mengungkapkan harapan bahwa di masa depan, beliau akan berada di antara orang-orang saleh yang menyertai Muhammad al-Mahdi, Imam yang dinantikan dalam kepercayaan Syiah.

4. Mewujudkan Kemenangan

Pernyataan tersebut diakhiri dengan menyampaikan belasungkawa kepada Imam Zaman dan berdoa untuk peningkatan derajat semua yang gugur.

“Kami memohon kepada Allah agar menganugerahkan derajat tertinggi kepada semua syuhada, memberikan kesabaran kepada keluarga mereka, dan memberikan kemenangan yang menentukan dan segera kepada bangsa Iran yang tertindas, insya Allah,” katanya.

Topik Menarik