Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju

Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju

Global | sindonews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:31
share

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat telah menyetujui pembicaraan dengan Iran setelah Teheran meminta untuk melanjutkan negosiasi. Meski demikian, ia menegaskan gencatan senjata antara kedua negara telah "berakhir".

Upaya sedang dilakukan untuk menghidupkan kembali pembicaraan gencatan senjata yang terhenti antara Iran dan AS menyusul serangkaian serangan terbaru oleh pasukan Amerika di beberapa lokasi di lima provinsi Iran.

Negosiator Qatar dilaporkan berada di Iran untuk bertemu dengan pejabat Iran dalam upaya menciptakan kondisi untuk putaran pembicaraan baru dan untuk meredakan ketegangan antara kedua belah pihak.

Upaya de-eskalasi terbaru ini dilakukan setelah AS melakukan serangan udara yang menewaskan 14 orang dan melukai 78 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

Bandara, jaringan logistik, aset pengawasan maritim, dan juga infrastruktur kereta api di Iran utara menjadi sasaran.Para pejabat Iran mengatakan serangan terbaru ini telah meningkatkan ketidakpercayaan antara kedua pihak, terutama setelah pernyataan terbaru Donald Trump selama KTT NATO di Turki, ketika ia secara sepihak membatalkan MoU tersebut.

Akibatnya, para pejabat Iran mengatakan MoU tersebut tidak dibangun atas dasar kepercayaan, melainkan atas dasar "komitmen untuk komitmen".

Faktor lain adalah Donald Trump mengingkari janjinya untuk tidak melakukan serangan terhadap Iran selama peringatan pemakaman almarhum Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Dan meskipun telah berjanji, ia menyerang tepat saat pemimpin tertinggi tersebut dimakamkan di kota Mashhad.

Wakil utusan AS untuk PBB, Tammy Bruce, mengatakan pintu diplomasi tetap terbuka dengan Iran, tetapi dengan syarat.“Meskipun dialog tetap dimungkinkan, AS tidak dapat bernegosiasi sementara Iran mengingkari kewajiban sederhana, seperti tidak menembak objek sipil. Jika Anda menembak objek sipil atau kapal, kami akan membalas,” kata utusan AS tersebut dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB.

“Presiden Trump lebih menyukai perdamaian,” katanya.

“Iran telah melanggar hukum internasional dan resolusi dewan ini. Pelanggaran semacam itu tidak dapat ditanggapi dengan sikap plin-plan dan penghalangan oleh dewan,” tambahnya.

Baca juga: Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza

Topik Menarik