Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran mengindikasikan mereka mungkin akan menilai kembali arah negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat menyusul perkembangan terkini. Para pejabat menekankan diplomasi tidak dapat dipisahkan dari situasi keamanan di lapangan.
Berbicara pada hari Rabu (10/6/2026), juru bicara Kementerian Luar Negeri Ismail Baghaei mengatakan peristiwa dalam beberapa jam terakhir telah mengubah konteks di mana negosiasi berlangsung.
“Perkembangan beberapa jam terakhir mengharuskan penilaian ulang situasi saat ini, karena setiap proses diplomatik membutuhkan kondisi kondusif minimum untuk berlanjut,” ujar Baghaei dalam pernyataan yang dimuat kantor berita pemerintah Republik Islam (IRNA).
Baghaei mengatakan upaya diplomatik dan kesiapan militer tidak boleh dilihat sebagai jalur terpisah. Dia menggambarkannya sebagai alat pelengkap untuk melindungi kepentingan dan keamanan nasional Iran.
“Diplomasi dan militer bukanlah jalur terpisah, melainkan dua alat penting untuk menjaga kepentingan dan keamanan nasional Iran,” ujar dia. Ia menambahkan, lembaga-lembaga negara Iran beroperasi dalam koordinasi penuh saat mereka menanggapi situasi yang berkembang.
Juru bicara itu juga menekankan angkatan bersenjata Iran tetap siap menanggapi ancaman apa pun.
“Peristiwa malam sebelumnya menunjukkan kesiapan dan tekad angkatan bersenjata Iran untuk membela negara,” katanya.
Baghaei mengatakan Teheran akan terus menempuh jalur diplomatik jika diperlukan, tetapi juga akan mempertahankan opsi tindakan militer jika menganggap kepentingan keamanannya berisiko.
“Iran akan terus menggunakan cara-cara diplomatik jika perlu, tetapi tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan militer kapan pun dianggap penting untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasionalnya.”
Baca juga: Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS



