Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Israel, B’Tselem, merilis video yang menunjukkan seorang tentara militer Israel menembak mati bayi Palestina berusia 7 bulan saat berada di dalam mobil bersama kedua orang tuanya di Tepi Barat yang diduduki.
Video itu menunjukkan mobil melaju lambat dan berhenti sesuai perintah tentara militer Zionis Israel. Bukti video tersebut bertentangan dengan klaim militer Israel atau IDF bahwa mobil ditembaki karena melaju kencang ke arah tentara.
Baca Juga: Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Bayi bernama Sam Abu Haikal meninggal di pelukan ibunya setelah terkena tembakan tentara tersebut pada Jumat pekan lalu. Ibunya, Daniyah Abu Haikal, dan ayahnya, Fahd Abu Haikal, terluka akibat tembakan.
IDF berdalih, "Pasukan telah merasakan sebuah kendaraan melaju kencang ke arah mereka dan bahwa salah satu tentara telah membalas dengan tembakan tunggal ke arah kendaraan tersebut."Namun, rekaman video yang dirilis B’Tselem sangat jelas bertentangan dengan klaim IDF.“Rekaman tersebut jelas menunjukkan bahwa tentara Israel menembak mobil tersebut saat mobil itu melambat hingga berhenti,” kata B’Tselem dalam sebuah pernyataan, yang dikutip The Guardian, Kamis (11/6/2026).
“Mobil itu jauh dari para tentara dan sama sekali tidak menimbulkan bahaya bagi mereka," lanjut B'Tselem.
Dalam video lain yang diperoleh oleh B’Tselem, Fahed terlihat jelas setelah putranya ditembak. Fahd menggendong bayi tersebut , mencoba menghentikan pendarahan di kepalanya dengan tangannya, sementara Daniyah, yang juga terluka akibat tembakan, terlihat duduk di tanah di samping mobil.
Fahd mengatakan sebuah peluru menembus tangannya dan mengenai bayinya, yang sedang dipangku oleh ibunya di kursi belakang. Keluarga itu, yang juga termasuk putra pasangan itu yang berusia 11 tahun dan ibu Fahd, sedang berkendara melewati Hebron ketika mereka dihentikan oleh tentara Israel.
Meskipun video tersebut tidak memiliki suara, klipnya menguatkan keterangan Fahd. Dia mengatakan kepada Hareetz: “Tentara itu memberi isyarat kepada saya untuk berhenti. Saya menghentikan mobil sepenuhnya dan mengangkat tangan saya di kemudi. Segera setelah itu, mereka melepaskan tembakan ke kendaraan."“Saya berhenti seperti yang diperintahkan, dan kemudian mereka langsung menembak mobil,” imbuh dia.
“Tidak ada pos pemeriksaan yang jelas, hanya tentara yang berdiri di jalan. Saya berhenti ketika diminta, dan kemudian penembakan dimulai," lanjut dia.
“Mobil ini benar-benar diam ketika dia menembak kami, sama sekali tidak bergerak. Seorang bayi berusia tujuh bulan dibunuh dengan kejam. Dia tidak pantas menerima ini," papar Fahd.
Rekaman yang dirilis oleh B’Tselem juga menunjukkan tentara Israel gagal membantu keluarga tersebut, malah hanya berdiri diam sementara warga sipil bergegas membantu anak yang terluka dan orang tuanya.
PBB mengatakan pada bulan Maret bahwa lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak perang terbaru antara Hamas dan Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, setidaknya 240 di antaranya anak-anak, dan 49 orang telah tewas tahun ini.Tentara Israel yang dituduh melukai warga Palestina jarang dihukum dan didakwa dalam kurang dari 1 kasus berdasarkan 2.427 pengaduan yang menuduh pelanggaran antara tahun 2016 dan 2024, menurut kelompok hak asasi manusia Israel; Yesh Din.
“Dalam dua setengah tahun terakhir, Israel telah membunuh puluhan ribu anak di Gaza dan Tepi Barat,” kata direktur eksekutif B’Tselem, Yuli Novak.
“Kekebalan yang didapatnya dari komunitas internasional telah menyebabkan kenyataan di mana, di bawah pemerintahan Israel, nyawa warga Palestina sepenuhnya dapat dibuang—bahkan bayi berusia tujuh bulan," ujarnya.
IDF menyatakan kesedihan mendalam atas segala kerugian yang ditimbulkan kepada individu yang tidak terlibat. Pada hari Minggu, polisi militer Israel membuka penyelidikan terhadap tentara yang menembak kendaraan keluarga tersebut.




