Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika

Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika

Global | sindonews | Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:12
share

Militer Iranmengeklaim telah menembakkan beberapa rudal ke arah dua kapal perang Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman sebagai tembakan peringatan pada hari Jumat (5/6/2026). Klaim ini menjadi episode terbaru ketegangan dan berpotensi meruntuhkan kesepakatan gencatan senjata yang dimulai sejak 8 April.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis media pemerintah; IRNA, militer Teheran mengatakan kedua kapal perusak Washington meninggalkan Teluk Oman "setelah tembakan rudal peringatan" oleh pasukan Iran.

Baca Juga: Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran

"Operasi tersebut sebagai tanggapan terhadap pelanggaran dan penindasan maritim, serta pembajakan kapal komersial dan kapal tanker minyak oleh pasukan Angkatan Laut teroris Amerika Serikat," kata militer Iran.

Namun, Komando Pusat AS atau CENTCOM dengan cepat membantah bahwa insiden tersebut telah terjadi.

"Pasukan Iran tidak menyerang atau menembak kapal perang Angkatan Laut AS. Melakukan hal itu akan menjadi pelanggaran berat terhadap gencatan senjata," tulis CENTCOM di X.Menurut CENTCOM, pasukan AS terus beroperasi secara bebas di perairan regional dan menegakkan blokade balasan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ini adalah episode terbaru pengguncang gencatan senjata yang diumumkan pada 8 April yang sebagian besar telah menghentikan permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel setelah pecahnya perang pada 28 Februari. Perang tersebut dimulai ketika pasukan AS dan Israel tiba-tiba melakukan serangan udara terhadap Iran.

Upaya untuk mengakhiri perang melalui pembicaraan langsung dan mediasi sejauh ini gagal.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Rabu lalu bahwa Washington tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan terhadap Iran karena Operasi Epic Fury, nama AS untuk serangannya terhadap Iran, telah berakhir.

Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat telah menghancurkan apa yang tersisa dari Angkatan Udara Iran. "Selain menghancurkan seluruh Angkatan Laut konvensional mereka," katanya.

Sejak awal perang, Iran telah memberlakukan blokade Angkatan Laut di Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menghubungkan Teluk dengan Samudra Hindia.

Amerika Serikat kemudian mendirikan blokade sendiri terhadap pelabuhan Iran di "mulut" Selat Hormuz. Di masa damai, seperlima minyak dunia dulunya melewati jalur sempit tersebut.

Topik Menarik