Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir

Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir

Global | sindonews | Kamis, 4 Juni 2026 - 18:28
share

Presiden Lebanon Joseph Aoun menggambarkan negosiasi gencatan senjata terbaru sebagai negosiasi yang sulit. Berbicara kepada wartawan, Aoun mengatakan kepala delegasi Lebanon, Simon Karam, pada satu titik menangguhkan partisipasi karena apa yang ia sebut sebagai sikap keras kepala Israel.

Sikap Israel itu mendorong Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio campur tangan guna melanjutkan pembicaraan.

Ia menambahkan, kesepakatan tersebut merupakan “kesempatan terakhir”, memperingatkan jika tidak, masing-masing pihak akan menanggung tanggung jawabnya sendiri.

Aoun menambahkan implementasi dapat dimulai dalam waktu 24 jam setelah semua pihak memberikan persetujuan mereka dan jaminan yang diperlukan diserahkan.

Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan lebih banyak serangan di Lebanon selatan, saat drone terbang di ketinggian rendah di atas ibu kota, Beirut.Satu orang tewas dan satu lainnya terluka di Maaroub ketika pasukan Israel menargetkan satu sepeda motor.

Pesawat tempur Israel juga menargetkan kota-kota Zawtar al-Sharqiya, Zawtar al-Gharbiya, Shoukin, Barashit, Srifa, Kfar, Zibdin, Haris, dan Deir Zahrani.

Adapun, Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam telah bertemu dengan Utusan Presiden Prancis dan mantan Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian, didampingi Duta Besar Prancis untuk Beirut Herve Magro, seperti yang dilaporkan Kantor Berita Nasional (NNA).

Menurut NNA, pembicaraan tersebut berfokus pada hasil negosiasi baru-baru ini di Washington dan upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai gencatan senjata dengan Israel.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang

Topik Menarik