Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang

Global | sindonews | Kamis, 4 Juni 2026 - 16:24
share

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah gagal secara militer dalam perang mereka dan sekarang telah beralih ke kampanye yang bertujuan menabur perpecahan internal. Dia menjelaskan hal itu dalam pesan tertulis.

Khamenei mengatakan "sistem penindas" yang dipimpin Amerika Serikat tidak dapat menerima Iran yang kuat dan independen serta menggambarkan Israel sebagai "pos terdepan palsu" dari sistem tersebut.

“Musuh – setelah gagal secara militer dan mengalami penghinaan yang mendalam – sekarang melancarkan perang hibrida yang berfokus pada dua poin: ketahanan rakyat dan kesalahan perhitungan oleh para pejabat. Alat utama mereka adalah menabur keraguan, keputusasaan, ketakutan, dan perpecahan,” katanya.

“Setiap tindakan yang menimbulkan sinisme atau keputusasaan di antara rakyat adalah bentuk membantu musuh negara ini dan rakyatnya,” tambahnya.

Dia mendesak semua warga Iran untuk menanggapi dengan “keteguhan, pandangan yang jernih, dan persatuan”.Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada hari Rabu membantah telah menargetkan Bandara Internasional Kuwait.

IRGC mengatakan kerusakan pada terminal penumpang disebabkan kerusakan sistem rudal Patriot buatan AS, menurut stasiun penyiaran negara IRIB, seperti dilaporkan Anadolu.

Juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, mengatakan penyelidikan menunjukkan Divisi Dirgantara pasukan tersebut tidak menembak terminal bandara Kuwait.

“Penyelidikan kami mengenai dampak pada terminal penumpang Kuwait menunjukkan Angkatan Udara IRGC tidak menembak target ini,” papar juru bicara tersebut.

Ia mengklaim kerusakan tersebut disebabkan rudal Patriot yang jatuh di terminal setelah gagal mencegat rudal Iran.“Kerusakan terminal penumpang di Bandara Kuwait disebabkan kesalahan sistem Patriot Amerika setelah gagal mencegat rudal Iran,” tambahnya.

IRGC pada hari Rabu mengatakan telah menyerang pangkalan AS di Kuwait dan markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, sebagai balasan atas serangan AS semalam terhadap menara komunikasinya di Pulau Qeshm selatan.

Baca juga: Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'

Topik Menarik