Drone Hantam Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa, Rusia dan Ukraina Saling Tuduh
Sebuah drone menghantam pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, wilayah di Ukraina selatan dikuasai Rusia. Baik Moskow maupun Kyiv saling menuduh sebagai pelaku serangan drone.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dalam unggahan di media sosial, mengatakan bahwa operator PLTN yang dikelola Rusia tersebut memberi tahu mereka bahwa sebuah drone telah menghantam gedung turbin kemarin. "Dilaporkan menyebabkan lubang di dindingnya," kata IAEA.
Baca Juga: Negara Pecahan Soviet Ini Ingin Gabung NATO, tapi Ditentang Rakyatnya
Media Rusia memuat pernyataan dari perusahaan energi nuklir milik negara; Rosatom, yang menuduh Ukraina melakukan serangan yang disengaja. Tuduhan yang dibantah keras oleh Kyiv.
Terletak dekat garis depan di Ukraina selatan, PLTN Zaporizhzhia adalah PLTN terbesar di Eropa.Moskow dan Kyiv telah berulang kali saling menuduh telah membahayakan bencana nuklir dengan serangan sejak wilayah Zaporizhzhia direbut oleh pasukan Rusia pada tahun 2022.“Tidak boleh ada serangan apa pun dari atau terhadap pembangkit listrik tersebut,” kata kepala IAEA Rafael Grossi, seperti dikutip dari AFP, Senin (1/6/2026). “Menyerang situs nuklir sama seperti bermain api.”
Rosatom menuduh drone tersebut dikendalikan melalui kabel serat optik, yang menepis kemungkinan serangan yang tidak disengaja.
“Hari ini, kita selangkah lebih dekat dengan insiden yang sangat mungkin akan memengaruhi bahkan mereka yang tinggal jauh di luar perbatasan Rusia dan Ukraina,” kata CEO Rosatom Alexei Likachev.
Menolak tuduhan tersebut, Kementerian Luar Negeri Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tuduhan itu tidak memiliki “logika”.
“Tidak jelas mengapa Ukraina akan menyerang pembangkit listrik tenaga nuklirnya sendiri yang terletak di wilayahnya sendiri, yang ingin mereka rebut kembali di bawah kendali kedaulatannya,” kata kementerian tersebut.“Kami menganggap pernyataan ini sebagai operasi informasi lain oleh negara pendudukan," lanjut kementerian itu.
Serangan itu membuat lubang di dinding ruang mesin tetapi tidak merusak peralatan inti, kata Rosatom.
Pihak berwenang di Zaporizhzhia yang dikendalikan Rusia pada bulan April menuduh Ukraina melakukan serangan yang menurut mereka menewaskan seorang pekerja transportasi.










