BREAKING NEWS: AS Bombardir Pulau Sirik, Iran Balas Merudal Pangkalan Amerika di Kuwait

BREAKING NEWS: AS Bombardir Pulau Sirik, Iran Balas Merudal Pangkalan Amerika di Kuwait

Global | sindonews | Senin, 1 Juni 2026 - 12:21
share

Iran telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Senin (1/6/2026) pagi. Serangan ini diluncurkan beberapa jam setelah Teheran menuduh pasukan Amerika menyerang menara telekomunikasi di Pulau Sirik, provinsi Hormozgan selatan.

Serangan balasan Teheran diluncurkan dari provinsi Khuzestan barat daya. Militer Kuwait mengeklaim bahwa sistem pertahanan udaranya telah mencegat apa yang mereka sebut sebagai serangan rudal dan drone musuh.

Baca Juga: Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan

Dalam sebuah pernyataan, kantor hubungan masyarakat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan serangan rudal dan drone dilakukan sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai agresi AS.

"Menyusul agresi satu jam yang lalu oleh militer AS yang agresif terhadap menara telekomunikasi di Pulau Sirik, yang terletak di Provinsi Hormozgan, pasukan Angkatan Udara IRGC menargetkan pangkalan udara tempat serangan itu berasal, dan target yang ditunjuk telah dihancurkan," bunyi pernyataan tersebut, seperti yang dirilis oleh Tasnim News Agency.

Aksi saling serang terbaru ini terjadi di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dan AS setelah berbulan-bulan konflik di seluruh wilayah Timur Tengah.AS dan Israel meluncurkan serangan udara skala besar terhadap Iran pada akhir Februari, menyerang ribuan target di seluruh negeri selama enam minggu permusuhan. Iran menanggapi dengan ribuan serangan rudal dan drone di seluruh Timur Tengah, menargetkan apa yang mereka sebut sebagai aset AS dan juga melakukan serangan balasan terhadap Israel.

IRGC juga memperingatkan Washington agar tidak melakukan tindakan lebih lanjut.

"Angkatan Udara IRGC memperingatkan bahwa jika agresi berulang terjadi, tanggapannya akan sangat berbeda, dan tanggung jawabnya akan berada di pundak agresor dan rezim AS yang membunuh anak-anak," imbuhnya.

Media-media Iran melaporkan bahwa rudal diluncurkan dari kota Omidiyeh di provinsi Khuzestan. Rekaman video yang beredar di media Iran diklaim diambil sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat pada hari Senin.

Sementara itu, militer Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya secara aktif menanggapi ancaman udara."Pertahanan udara Kuwait saat ini menghadapi serangan rudal dan drone musuh," kata Staf Umum Angkatan Darat Kuwait dalam sebuah pernyataan.

"Suara ledakan apa pun yang terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat serangan musuh," imbuh pernyataan itu, yang mendesak warga untuk mengikuti instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Pertempuran AS-Iran dihentikan oleh gencatan senjata yang dimediasi Pakistan yang mulai berlaku pada 8 April, menciptakan peluang untuk negosiasi antara Teheran dan Washington. Namun, belum ada kesepakatan akhir yang tercapai.

Pada hari Minggu, kepala negosiator yang juga ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan kembali posisi Teheran, dengan mengatakan, "Kami tidak akan menyetujui perjanjian apa pun sampai kami yakin bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan."

Dia juga mengatakan, "Para negosiator Iran tidak mempercayai kata-kata musuh maupun janji-janjinya."Pernyataan tersebut muncul setelah Axios melaporkan pada hari Sabtu bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengembalikan rancangan perjanjian kerangka kerja kepada Teheran dengan syarat yang lebih ketat, khususnya mengenai program nuklir Iran.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir tetap menjadi tujuan utama AS.

"Satu-satunya jaminan yang harus saya miliki adalah bahwa tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik," kata Trump kepada Fox News.

Dia juga mengisyaratkan bahwa opsi militer tetap tersedia jika diplomasi gagal, dengan mengatakan: "Saya tidak terburu-buru. Jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda."

Topik Menarik