Rebut Kastil Beaufort, Mesir Minta Israel Mundur dari Lebanon

Rebut Kastil Beaufort, Mesir Minta Israel Mundur dari Lebanon

Global | sindonews | Minggu, 31 Mei 2026 - 17:30
share

Korps Penyiaran Israel menayangkan gambar yang menunjukkan bendera Israel dan panji Brigade Golani berkibar di atas Kastil Beaufort di Lebanon selatan.

Gambar-gambar tersebut disiarkan tak lama setelah militer Israel mengumumkan "operasi skala besar" di wilayah Beaufort Ridge dan Wadi al-Salouqi, memperingatkan bahwa serangan akan meluas ke "wilayah tambahan".

Tentara juga merilis gambar tentaranya di daerah tersebut, dengan mengatakan: "Pasukan kami telah menyeberangi Sungai Litani dan memperluas serangan mereka terhadap Hizbullah ke utara sungai."

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi pada hari Jumat bahwa pasukan Israel telah menyeberangi Litani. Berbicara selama kunjungan ke Divisi 36 di perbatasan utara Israel, ia mengatakan pasukan juga beroperasi di Beirut dan Lembah Bekaa sebagai bagian dari serangan luas terhadap Hizbullah di sepanjang front Lebanon.

Hal sama juga dilaporkan bahwa Reuters dan AP melaporkan bahwa pasukan Israel telah merebut Kastil Beaufort (Qalaat al-Shaqif) di dekat kota Nabatieh di Lebanon selatan.

Laporan tersebut muncul setelah stasiun televisi Israel, Kan, menerbitkan gambar bendera Israel yang berkibar di atas bangunan strategis peninggalan Perang Salib tersebut, yang terletak di punggung bukit tinggi sekitar 15 km (9 mil) dari perbatasan Lebanon-Israel.

Tidak ada komentar langsung dari pihak berwenang Lebanon.

Jika dikonfirmasi, perebutan kastil tersebut akan menjadi keuntungan signifikan bagi militer Israel, yang telah memerangi Hizbullah sejak 2 Maret.

Kastil tersebut merupakan situs warisan yang dilindungi UNESCO yang sebelumnya diduduki Israel selama 18 tahun sebelum menarik diri dari Lebanon pada tahun 2000.Invasi Israel yang meluas terjadi meskipun ada gencatan senjata yang berlaku sejak 17 April, yang telah berulang kali dilanggar. Ini adalah invasi terdalam Israel ke Lebanon dalam lebih dari seperempat abad.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan pasukan Israel, yang dipimpin oleh Brigade Golani, telah merebut Kastil Beaufort di Lebanon selatan setelah memperluas operasi di seberang Sungai Litani.

“Di bawah arahan Perdana Menteri Netanyahu dan bimbingan saya, [militer Israel] memperluas manuver di Lebanon, menyeberangi Sungai Litani dan merebut Punggungan Beaufort – salah satu titik strategis terpenting untuk pertahanan komunitas Galilea dan menjaga keamanan pasukan kami,” kata Katz dalam sebuah unggahan di Telegram, merujuk pada penduduk Israel utara.

Menteri pertahanan mengatakan operasi tersebut sebelumnya dirahasiakan informasinya. Katz menambahkan bahwa pertempuran masih berlangsung dan berjanji untuk melanjutkan upaya melemahkan Hizbullah dan mengamankan perbatasan utara Israel.

Belum ada komentar dari otoritas Lebanon mengenai klaim Israel tersebut.Kastil Beaufort adalah benteng Tentara Salib yang menghadap ke Sungai Litani di kegubernuran Nabatieh.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, menegaskan solidaritas Kairo dengan Lebanon dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam.

Abdelatty menyerukan penarikan penuh Israel dari seluruh wilayah Lebanon dan mengatakan bahwa setiap pelanggaran kedaulatan Lebanon merupakan pelanggaran hukum internasional.

Ia juga menyatakan dukungan untuk tentara Lebanon, dengan mengatakan bahwa hanya negara Lebanon dan bukan kelompok lain, termasuk Hizbullah, yang boleh memiliki senjata di negara tersebut.

Topik Menarik