Rencana Netanyahu untuk Gaza Akhiri Gencatan Senjata Pura-pura
Setelah pengumuman Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahwa Israel akan menguasai lebih dari 70 Gaza, Sekretaris jenderal Inisiatif Nasional PalestinaMustafa Barghouti mengatakan deklarasi Netanyahu secara efektif mengakhiri segala kepura-puraan yang tersisa bahwa gencatan senjata telah berlaku.
Berbicara kepada Al Jazeera, dia mengatakan, “Ini adalah akhir dari apa yang disebut Dewan Perdamaian, yang mengklaim bertanggung jawab atas gencatan senjata.”
“Apa yang telah dilakukan Israel dan apa yang dideklarasikan Netanyahu bukan hanya penghinaan terhadap Dewan Perdamaian, tetapi juga penghinaan terhadap Presiden Trump sendiri. Tetapi sejauh ini kami belum mendengar apa pun dari Amerika Serikat atau pemerintahan AS,” ujar dia.
Barghouti mengatakan Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata lebih dari 3.000 kali sejak dimulai Oktober lalu.
Sejak itu, serangan Israel telah menewaskan 930 orang, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 2.700 lainnya. Barghouti juga menuduh Israel gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian mengenai bantuan kemanusiaan.
“Apa yang mereka izinkan kurang dari 30 persen dari apa yang telah diputuskan menurut perjanjian itu,” tambah Barghouti.
“Ini hanya berarti dua hal, bahwa Israel berencana mengaktifkan kembali perang genosida mereka di Gaza… [dan] mereka ingin melakukan pembersihan etnis terhadap seluruh penduduk Gaza.”
Baca juga: Pakar Sebut Dewan Perdamaian Hanyalah Fiksi, Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon





