Iran kepada AS: Kami Tak Percaya Janji-Janji, Buktikan dengan Tindakan!
TEHERAN, iNews.id - Iran mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menunjukkan bukti komitmen mengakhiri konflik, bukan sekadar ucapan. Komentar itu disampaikan pejabat Iran merespons pemberitaan bahwa kesepakatan damai Iran-AS semakin dekat.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, pihaknya mengharapkan tindakan konkret, bukan sekadar angin surga dari AS.
“Kami tidak memercayai jaminan dan kata-kata, hanya tindakan yang menjadi syarat," kata pria yang juga menjadi kepala juru runding Iran dalam negosiasi damai dengan AS tersebut di akun media sosial X, seperti dikutip, Sabtu (30/5/2026).
“Pemenang dari setiap perjanjian adalah pihak yang lebih siap menghadapi perang keesokan harinya," ujarnya lagi, menegaskan bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan apa pun, termasuk jika perang berlanjut.
Komentar terbaru Ghalibaf tersebut, sejalan dengan pernyataan sebelumnya yang juga menantang AS.
Menurut beberapa sumber pejabat yang mengetahui masalah ini, juru runding AS dan Iran telah menyepakati sebagian besar dari poin nota kesepahaman (MoU) perdamaian sementara.
Trump Akan Kurangi Pasukan AS di Jerman usai Kanselir Merz Sebut Amerika Dipermalukan Iran
Poin utama MoU tersebut yakni memperpanjang gencatan senjata yang berlaku sejak awal April selama 60 hari serta dibukanya kembali Selat Hormuz.
Trump belum menyetujui MoU tersebut. Dia membutuhkan waktu beberapa hari untuk mempertimbangkannya.
Pejabat Iran juga menegaskan bahwa draf MoU tersebut belum final. Dia menambahkan naskah kesepakatan mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir.




