Provinsi Kaya Minyak di Kanada Ini Gelar Referendum untuk Cerai dari Kanada, Ini Alasan Utamanya

Provinsi Kaya Minyak di Kanada Ini Gelar Referendum untuk Cerai dari Kanada, Ini Alasan Utamanya

Global | sindonews | Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:50
share

Provinsi Alberta yang kaya minyak di Kanada akan mengadakan pemungutan suara pada bulan Oktober untuk menentukan apakah akan tetap berada di negara tersebut atau mengambil langkah-langkah menuju referendum kemerdekaan yang mengikat. Itu diumumkan oleh Perdana Menteri Danielle Smith.

Pemungutan suara diperkirakan akan diadakan pada tanggal 19 Oktober dan akan menanyakan kepada warga Alberta apakah mereka ingin provinsi tersebut tetap berada di Kanada. Smith menekankan bahwa ini bukan referendum kemerdekaan yang mengikat, tetapi akan mengukur apakah rakyat ingin menempuh jalan tersebut.

Pengumuman ini datang setelah kelompok pro-kemerdekaan Stay Free Alberta menyerahkan hampir 302.000 tanda tangan untuk memicu referendum yang dipimpin warga tentang meninggalkan Kanada. Ambang batas yang dibutuhkan adalah 177.732 tanda tangan, setara dengan 10 dari suara yang diberikan dalam pemilihan provinsi sebelumnya.

Smith mengatakan dia mendukung Alberta tetap berada di Kanada, tetapi berpendapat bahwa rakyat harus dapat mengekspresikan pandangan mereka tentang masa depan provinsi tersebut. Inisiatif ini ditentang di pengadilan oleh kelompok First Nations yang berpendapat bahwa pemisahan diri akan melanggar hak-hak perjanjian.Perdana Menteri Kanada Mark Carney menanggapi dengan mengatakan Alberta "sangat penting" bagi Kanada dan berjanji untuk membangun negara yang lebih kuat. Ottawa telah berupaya untuk mengatasi beberapa keluhan Alberta yang telah berlangsung lama, termasuk perselisihan mengenai kebijakan energi dan akses ke pasar ekspor untuk sektor minyak dan gas provinsi tersebut.

Alberta adalah salah satu wilayah penghasil energi terpenting di Kanada dan telah lama berselisih dengan pemerintah federal mengenai peraturan lingkungan, perpajakan, dan akses pipa. Sentimen separatis dipicu oleh klaim bahwa Ottawa telah menghambat ekonomi sumber daya provinsi, meskipun jajak pendapat menunjukkan bahwa kemerdekaan penuh tetap menjadi posisi minoritas.

Bahkan jika warga Alberta memilih untuk mengejar kemerdekaan dan mengadakan referendum resmi, provinsi tersebut tidak dapat secara sepihak meninggalkan Kanada. Berdasarkan kerangka konstitusional Kanada, hasil referendum yang jelas akan memerlukan negosiasi dengan pemerintah federal dan provinsi lain, sementara tantangan hukum dari kelompok masyarakat adat dapat semakin memperumit proses tersebut.

Topik Menarik