Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah
Sebuah video yang diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir pada hari Rabu di X menunjukkan dirinya mengejek para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF). Para aktivis dipaksa pasukan militer Israel berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung dan dahi menyentuh lantai.
Setidaknya ada sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan tersebut.
Baca Juga: Israel Culik 9 WNI yang Gabung Global Sumud Flotilla, Ini Respons Kemlu RI
Tindakan Ben-Gvir telah memicu kemarahan dunia internasional. Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni mengecam keras perlakuan terhadap para aktivis tersebut, menyebutnya "tidak dapat diterima."
Trump Batalkan Kunjungan 2 Utusan AS ke Pakistan, Pukulan Telak bagi Prospek Perdamaian dengan Iran
"Tidak dapat ditoleransi bahwa para pengunjuk rasa ini, di antaranya banyak warga negara Italia, diperlakukan seperti ini, yang melanggar martabat manusia," katanya dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (21/5/2026).
Meloni menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri Italia memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi resmi atas kejadian tersebut.Prancis juga mengkritik video tersebut dan menuntut agar warga negara Prancis diperlakukan dengan hormat dan dibebaskan sesegera mungkin.“Tindakan Ben-Gvir terhadap penumpang Global Sumud Flotilla, yang dikecam oleh rekan-rekannya sendiri di pemerintahan Israel, tidak dapat diterima,” tulis Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dalam sebuah unggahan di X.
Dia menambahkan bahwa dirinya telah memanggil duta besar Israel di Paris.
Video tersebut juga menimbulkan kemarahan di Spanyol. “Perlakuan itu mengerikan, memalukan, dan tidak manusiawi,” kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares saat berada di Berlin, menambahkan bahwa kuasa usaha Israel di Madrid telah dipanggil.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan gambar yang menunjukkan Ben-Gvir mengejek anggota armada bantuan yang menuju Gaza tidak dapat diterima.“Kami tidak akan mentoleransi siapa pun yang memperlakukan warga negara kami dengan buruk,” kata Sanchez di X, menambahkan bahwa pemerintahnya akan segera mendorong agar larangan masuk Ben-Gvir ke Spanyol diperluas ke seluruh Uni Eropa.
Lebih lanjut, hal itu memicu reaksi kritis dari Irlandia, yang Menteri Luar Negerinya; Helen McEntee, mengatakan bahwa dia "terkejut dan ngeri" dengan video tersebut. Dia menuntut pembebasan segera para aktivis yang “ditahan secara ilegal”.
Di antara para aktivis tersebut terdapat warga negara Irlandia, termasuk adik perempuan Presiden Catherine Conolly, Margaret Conolly.
Selain itu, video tersebut juga menuai kritik tajam dari Turki. Kementerian Luar Negeri di Ankara mengatakan, "Ben-Gvir sekali lagi secara terbuka menunjukkan kepada dunia mentalitas kekerasan dan biadab dari pemerintahan Netanyahu.”
Video tersebut juga mendapat kecaman di Belanda, di mana Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen menyebutnya “mengejutkan dan tidak dapat diterima.”“Perlakuan terhadap para tahanan ini melanggar martabat manusia. Saya telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada kolega saya dari Israel, Gideon Saar, dan akan memanggil duta besar Israel,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.
Global Sumud Flotilla berlayar dari Turki pekan lalu dengan tujuan menerobos blokade Israel di Gaza. Armada tersebut dicegat oleh pasukan militer Israel dan 430 aktivis dibawa ke Israel.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper juga mengatakan bahwa dia “sangat terkejut” dengan video tersebut.
Dalam sebuah pernyataan di X, Cooper mengatakan bahwa Inggris telah menghubungi keluarga beberapa warga negara Inggris yang terlibat dan memberikan dukungan konsuler.
“Kami telah meminta penjelasan dari otoritas Israel dan memperjelas kewajiban mereka untuk melindungi hak-hak warga negara kami dan semua yang terlibat,” kata Cooper.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan akan memanggil duta besar Israel. “Apa yang telah kita lihat, termasuk video yang dibagikan oleh Itamar Ben-Gvir, sangat mengkhawatirkan dan sama sekali tidak dapat diterima,” katanya.
“Ini adalah masalah yang kami anggap sangat, sangat serius. Ini menyangkut perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," ujarnya.




