Eks Perwira AS Membelot ke Iran, FBI Tawarkan Hadiah Rp3,5 Miliar untuk Memburunya

Eks Perwira AS Membelot ke Iran, FBI Tawarkan Hadiah Rp3,5 Miliar untuk Memburunya

Global | sindonews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 17:31
share

Seorang mantan perwira Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membelot ke Iran sejak 2013 dan masih diyakini mendukung aktivitas intelijen Teheran. Biro Investigasi Federal (FBI) sekarang menawarkan hadiah USD200.000 (lebih dari Rp3,5 miliar) untuk memburunya.

FBI mengatakan mantan spesialis kontra-intelijen Angkatan Udara, Monica Witt, telah membelot ke negara musuh tersebut.

Baca Juga: Arab Saudi Usul Pakta Non-Agresi Iran dan Negara-negara Teluk seperti Perjanjian Perang Dingin

"Dia diyakini masih terlibat dalam mendukung aktivitas ilegal Iran," kata FBI dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

“FBI belum melupakan dan percaya bahwa pada saat kritis dalam sejarah Iran ini, ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya,” ujar Daniel Wierzbicki, pejabat kontra-intelijen FBI di Washington.

“FBI ingin mendengar dari Anda agar Anda dapat membantu kami menangkap Witt dan membawanya ke pengadilan,” paparnya, seperti dikutip dari TRT World, Jumat (15/5/2026).Witt, mantan perwira kontra-intelijen di Kantor Investigasi Khusus Angkatan Udara, bertugas di Timur Tengah dari tahun 2003 hingga 2008.

Pada tahun 2019, Asisten Jaksa Agung saat itu, John Demers, menuduh Iran merekrut Witt. Mantan perwira itu kemudian membelot. "Dan diduga mengungkap program pengumpulan intelijen yang sangat rahasia dan mengidentifikasi seorang perwira intelijen AS, sehingga membahayakan nyawa individu tersebut," katanya pada saat itu.

Jaksa penuntut menduga bahwa antara Januari 2012 hingga Mei 2015, Witt bersekongkol dengan warga Iran di Iran dan di tempat lain di luar AS untuk menyediakan dokumen dan informasi yang berkaitan dengan pertahanan nasional Amerika Serikat, dengan maksud dan alasan untuk percaya bahwa hal tersebut akan digunakan untuk merugikan Amerika Serikat dan menguntungkan Iran.

Menurut dokumen dakwaan, setelah pembelotannya, pejabat Iran memasok Witt dengan barang dan jasa, termasuk perumahan dan peralatan komputer, untuk mendukung pekerjaannya. Masih belum jelas apakah dia memiliki perwakilan hukum di AS.

Topik Menarik