Menhan Negara NATO Ini Dipecat setelah Drone Ukraina Serang Latvia
Perdana Menteri Latvia Evika Silina telah memecat Menteri Pertahanan (Menhan) Andris Spruds setelah pesawat tak berawak (drone) Ukraina tak sengaja menyerang fasilitas penyimpanan minyak di wilayah negara NATO di kawasan Baltik tersebut.
"Menteri Pertahanan Andris Spruds telah kehilangan kepercayaan saya dan publik. Saya telah mengambil keputusan untuk menuntut pengunduran diri Menteri Pertahanan Andris Spruds. Sektor pertahanan harus dipimpin oleh seorang profesional di masa depan. Saya telah memberi tahu menteri dan mitra koalisi tentang keputusan ini hari ini," tulis Silina di X, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: PM Negara NATO Ini Hadiri Parade Hari Kemenangan Rusia, Kanselir Jerman Marah
"Insiden drone yang terjadi minggu ini jelas menunjukkan bahwa kepemimpinan politik sektor pertahanan belum mampu memenuhi janjinya untuk menciptakan langit yang aman di atas negara kita. Publik telah mempercayakan sektor ini dengan pendanaan terbesar yang pernah ada—hampir 5 dari PDB. Ini adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan hasil yang jelas," lanjut dia.
"Saya percaya bahwa sektor ini membutuhkan pendekatan baru yang profesional. Saya telah mengundang Kolonel Raivis Melnis untuk mengambil posisi Menteri Pertahanan, dan dia telah menyetujuinya," imbuh PM Silina dalam pengumuman pemecatan Spruds.Namun, Spruds menyatakan bahwa dia sendiri yang telah memutuskan untuk mengundurkan diri. Dia menuduh PM Silina terburu-buru mengumumkan pemecatannya karena alasan politik dan berbohong tentang memberitahunya dan partainya, Partai Progresif, sebelumnya.Insiden ini menyoroti meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran keamanan di negara-negara Baltik di tengah perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung.
Beberapa negara NATO yang berbatasan dengan Rusia baru-baru ini melaporkan kasus pesawat tak berawak Ukraina memasuki wilayah udara mereka dan jatuh alih-alih menyerang target di dalam Rusia.
Setelah Raih Kemenangan, Ini 5 Alasan Iran Tak Mau Berkompromi dalam Perundingan Gencatan Senjata
Awal pekan ini, pejabat Latvia mengatakan dua pesawat tak berawak—yang diidentifikasi oleh militer Rusia sebagai pesawat nirawak sayap tetap tipe Lyuty Ukraina—melintasi perbatasan ke negara itu. Satu pesawat masih belum diketahui keberadaannya, sementara yang lain memicu kebakaran di dekat kota Rezekne, sekitar 40 km dari perbatasan Rusia.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha angkat bicara soal insiden drone di wilayah negara NATO tersebut. Dia mengeklaim telah membahas masalah tersebut dengan pihak Riga dan meminta maaf kepada tiga negara Baltik dan juga kepada Finlandia.








