Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei: Dengan Pertolongan Tuhan, AS Menghadapi Kekalahan Memalukan

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei: Dengan Pertolongan Tuhan, AS Menghadapi Kekalahan Memalukan

Global | sindonews | Jum'at, 1 Mei 2026 - 05:53
share

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, dalam sebuah pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah pada hari Kamis, mengatakan Amerika Serikat (AS) telah menghadapi kekalahan memalukan dalam perangnya.

Dia menegaskan bahwa Iran akan melindungi "kemampuan nuklir dan rudalnya" sebagai aset nasional, bahkan ketika Presiden AS Donald Trump telah berjanji untuk melanjutkan blokade Angkatan Laut di Selat Hormuz sampai kesepakatan nuklir tercapai dengan Teheran.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Babak Baru Muncul di Selat Hormuz setelah Kegagalan AS

“Sembilan puluh juta warga Iran yang bangga dan terhormat di dalam dan luar negeri menganggap semua kemampuan Iran yang berbasis identitas, spiritual, manusia, ilmiah, industri, dan teknologi, dari nanoteknologi dan bioteknologi hingga kemampuan nuklir dan rudal, sebagai aset nasional dan akan melindunginya sebagaimana mereka melindungi perairan, daratan, dan wilayah udara negara,” kata Mojtaba.

Putra almarhum Ayatollah Ali Khamenei ini, dalam kritik pedas terhadap Amerika, mengatakan bahwa satu-satunya tempat agresor tenggelam di dasar Teluk Persia.

"Dengan pertolongan dan kekuatan Tuhan, masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika, masa depan yang melayani kemajuan, kenyamanan, dan kemakmuran rakyatnya," lanjut pernyataan Mojtaba."Kita dan tetangga kita di seberang perairan Teluk Persia dan (Teluk) Oman memiliki takdir yang sama. Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya untuk bertindak dengan keserakahan dan kebencian di sini tidak memiliki tempat di sini, kecuali di dasar perairannya," imbuh Mojtaba.

Kekalahan Memalukan Amerika Serikat

Mojtaba mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah dikalahkan dalam perangnya melawan Iran. Menyebut AS dan Israel sebagai pengganggu di kawasan tersebut, dia mengatakan bahwa Amerika Serikat menghadapi "kekalahan memalukan" dalam rencananya dan bahwa "babak baru" kini sedang berlangsung untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan militer dan agresi terbesar oleh para pengganggu dunia di kawasan ini, dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk [Persia] dan Selat Hormuz,” papar Mojtaba, seperti dikutip dari Al Arabiya English, Jumat (1/5/2026).

Pernyataan Mojtaba muncul ketika industri minyak Iran mulai terusik oleh blokade Angkatan Laut AS yang menghentikan kapal tanker minyaknya untuk berlayar. Sementara itu, patokan minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni mencapai USD126 per barel dalam perdagangan pada hari Kamis karena Iran mempertahankan cengkeramannya di Selat Hormuz, mulut sempit Teluk Persia yang dilalui seperlima dari seluruh minyak mentah dan gas alam yang diperdagangkan.

Dengan gencatan senjata yang rapuh, AS dan Iran terjebak dalam kebuntuan di selat tersebut. Blokade AS dirancang untuk mencegah Iran menjual minyaknya, sehingga merampas pendapatan penting negara itu sekaligus berpotensi menciptakan situasi di mana Teheran harus menghentikan produksi karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan minyak.

Topik Menarik