Trump: Terlepas Orang Suka atau Tidak, Israel Sekutu Hebat Amerika Serikat

Trump: Terlepas Orang Suka atau Tidak, Israel Sekutu Hebat Amerika Serikat

Global | sindonews | Minggu, 19 April 2026 - 13:10
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Israel, menyebutnya sebagai sekutu hebat Amerika. Dia memuji rezim Zionis tersebut atas keberanian dan kesetiaannya di tengah konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan bahwa terlepas dari opini publik, Israel secara konsisten mendukung Amerika Serikat.

"Terlepas orang menyukai Israel atau tidak, mereka telah membuktikan diri sebagai sekutu hebat Amerika Serikat. Mereka berani, tegas, setia, dan cerdas dan, tidak seperti yang lain yang telah menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya di saat konflik dan tekanan, Israel berjuang keras, dan tahu bagaimana menang!" tulis Trump, Minggu (19/4/2026).

Baca Juga: 3 Kapal Induk AS Bersiap Kepung Iran, Salah Satunya Terbesar di Dunia

Komentar tersebut muncul sehari setelah Trump mengatakan kepada Israel bahwa mereka dilarang mengebom Lebanon dan mengatakan "sudah cukup". Pernyataan itu juga disampaikan di tengah perseteruan Trump dengan negara-negara NATO Eropa, yang menolak membantu AS dalam perang melawan Iran.

Iran telah menutup kembali Selat Hormuz—setelah membukanya beberapa jam—karena Amerika Serikat masih menerapkan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di selat tersebut.Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS mencabut blokade-nya. Teheran juga memperingatkan bahwa kesepakatan perdamaian akhir masih jauh.

Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen yang juga kepala negosiator Iran, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa telah ada "kemajuan" dalam perundingan dengan Washington, tetapi mengakui bahwa perbedaan besar masih ada.

"Kita masih jauh dari diskusi akhir," kata Ghalibaf, merujuk pada negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Gencatan senjata selama dua minggu akan berakhir pada hari Rabu medatang kecuali diperpanjang.

Pada Jumat lalu, Iran mengatakan Selat Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar seperlima minyak dan gas alam cair dunia, telah dibuka setelah gencatan senjata disepakati dalam perang Israel dengan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.Pengumuman tersebut memicu optimisme di pasar global dan mendorong harga minyak turun. Namun, setelah Trump bersikeras bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan yang lebih luas tercapai, Teheran mengatakan menutup lagi selat tersebut.

Konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari dengan gelombang serangan AS-Israel terhadap Iran, meskipun negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung.

Pertempuran kemudian menyebar ke seluruh wilayah Timur Tengah, dengan Iran menargetkan negara-negara Teluk dan Hizbullah menembakkan roket ke Israel, yang semakin menyeret Lebanon ke dalam konflik.

Topik Menarik