Awak Pesawat Tempur AS Kedua dari Jet yang Jatuh Berhasil Ditemukan di Iran, Proses Penyelamatan Berlangsung
Seorang pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Al Jazeera bahwa awak pesawat kedua dari F-15E yang jatuh telah ditemukan setelah "pertempuran sengit". Pejabat itu mengatakan operasi penyelamatan masih berlangsung.
Awak pesawat yang hilang telah dipastikan diselamatkan, kata mereka, tetapi belum aman. Tim penyelamat masih harus berhasil keluar dari Iran dan kembali ke tempat aman, tambah mereka.
Al Jazeera diberitahu sumber pemerintah AS bahwa semalam di Iran, seorang awak pesawat F-15E yang hilang telah ditemukan, dan ada upaya penyelamatan.
Tetapi terjadi pertempuran sengit. “Informasi terbaru yang kami miliki… adalah bahwa awak pesawat tersebut belum meninggalkan wilayah Iran, dan karena permusuhan yang sedang berlangsung, masih ada bahaya bagi orang tersebut dan orang lain yang terlibat dalam upaya penyelamatan tersebut,” papar laporan Al Jazeera.
“Jadi, ini adalah upaya penyelamatan yang sedang berlangsung dan aktif, tetapi pilot tersebut pada dasarnya belum keluar dari wilayah Iran, dan saya ingin memperjelas bahwa ketika saya mengatakan pilot dalam istilah militer AS, itu tidak selalu berarti laki-laki,” ungkap jurnalis Al Jazeera.“Kami tidak mengetahui jenis kelamin orang ini,” tutur dia.
Tim penyelamat AS masih perlu berhasil mengevakuasi mereka keluar dari negara itu dan ke tempat yang aman, dan kami belum mendapat konfirmasi hal itu telah terjadi.
“Kami telah mengikuti situasi ini sepanjang malam tetapi detail tentang apa yang sebenarnya terjadi sangat sedikit. Kami tahu bahwa ada serangan di kota Dehdasht di Kabupaten Kohgiluyeh, tempat pesawat itu ditembak jatuh dua hari yang lalu,” ungkap dia.
“Kami tahu bahwa setidaknya empat orang tewas di sana, dan satu orang terluka. Kemudian, ada laporan bahwa jumlah orang yang tewas bahkan lebih tinggi dari itu. Ada laporan tidak resmi tentang bentrokan tetapi ini belum dikonfirmasi kepada kami,” papar dia.
Jadi situasinya sangat mencekam di sana, dan sangat jelas ada operasi yang dilakukan Amerika untuk mencoba menyelamatkan pilot kedua.
Sejak awal, otoritas Iran juga mencarinya, dan mereka bahkan meminta warga sipil dalam beberapa hari terakhir untuk berpartisipasi dalam pencarian, menawarkan hadiah bagi siapa pun yang dapat menemukannya.
Baca juga: Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, AS Dianggap Tidak Berdaya dan Gugup










