Gencarnya Iran Mendominasi Perang Medsos Melawan AS-Israel, dari Video Animasi hingga Meme...
Meskipun masih belum jelas siapa yang memenangkan perang di darat, media-media internasional menyoroti peran Iran dalam menguasai permainan media sosial (medsos) daripada kedua musuhnya; Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Melengkapi strateginya untuk melemahkan pertahanan udara AS dan Israel yang bernilai jutaan dolar dengan drone kamikaze murah, Teheran telah mengubah medsos menjadi medan pertempuran psikologis berisiko tinggi. Dari video animasi artificial intelligence (AI), meme, hingga referensi khusus yang dibagikan oleh kedutaan globalnya, rezim Iran telah menunjukkan kemampuan untuk menargetkan musuh-musuhnya melalui subversi digital.
Baca Juga: Israel Playing Victim! Serang Iran Duluan, Begitu Dibalas Meras Jadi Korban
Setelah Trump mengindikasikan bahwa Washington dan Teheran telah memulai "percakapan produktif" yang bertujuan untuk penyelesaian penuh konflik yang meningkat di kawasan itu, kedutaan Iran di Kabul mengeluarkan unggahan pedas, menyoroti bahwa presiden AS mundur karena ancaman Iran.
"Trump Mundur Setelah Peringatan Tegas Iran: Setelah Republik Islam mengancam bahwa jika AS menyerang infrastruktur energi Iran, mereka akan menargetkan infrastruktur energi seluruh kawasan, Trump mundur dan menyatakan bahwa dia telah mengeluarkan perintah untuk menunda serangan tersebut," demikian bunyi unggahan kedutaan, seperti dikutip dari NDTV, Selasa (24/3/2026).Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Pretoria, Afrika Selatan, mengunggah gambar yang menunjukkan jalur air di dekat Selat Hormuz dipenuhi peti mati yang diselimuti bendera Amerika.“Satu-satunya hal Amerika yang dapat melewati Selat Hormuz,” demikian keterangan pada unggahan tersebut.
Dalam salah satu video animasi yang lebih populer berjudul "Lord of the Straits", Iran menunjukkan bagaimana mereka berhasil menghentikan perdagangan internasional dengan tidak mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz. Video itu juga menunjukkan presiden AS yang putus asa memohon bantuan sekutu, hanya untuk dikalahkan oleh Iran.
Iran juga menggunakan karakter Lego untuk membalas AS dan Israel. Salah satu video terbaru yang dirilis oleh media Iran menunjukkan Trump berkeringat saat Iran menyerang kapal tanker AS di Hormuz.
Setelah Netanyahu mengeklaim Iran harus "dieliminasi" karena "serangannya terhadap warga sipil", konsulat Iran di Hyderabad menepis ancaman tersebut dengan pesan publik tentang sejarah Israel.
Ebrahim Rezaei, juru bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran, dalam sebuah unggahan di X mengatakan: "Trump berbohong atau berbicara omong kosong. Serangan dahsyat angkatan bersenjata dan lonjakan harga minyak telah membuat iblis kelelahan dan putus asa. Bernegosiasi dalam kondisi ini tidak masuk akal. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal."









