Israel Kerahkan 200 Pesawat dalam Serangan terhadap Iran, Termasuk Jet Tempur Siluman F-35

Israel Kerahkan 200 Pesawat dalam Serangan terhadap Iran, Termasuk Jet Tempur Siluman F-35

Global | sindonews | Minggu, 1 Maret 2026 - 07:20
share

Israel mengakui telah mengerahkan 200 pesawat militer, termasuk jet tempur siluman F-35, dalam serangan udara terhadap Iran pada hari Sabtu. Ini menandai apa yang rezim Zionis sebut sebagai operasi udara terbesar dalam sejarahnya.

Serangan tersebut, yang dilakukan bersama pasukan Amerika Serikat (AS), langsung dibalas oleh Iran.

Baca Juga: Media Israel: Foto Jenazah Khamenei Ditunjukkan kepada Trump dan Netanyahu

Menurut militer Zionis, jet-jet tempur Israel menjatuhkan ratusan bom pada 500 target di Iran barat dan tengah, termasuk sistem pertahanan udara dan peluncur rudal. Rezim itu sebelumnya mengatakan tindakan itu merupakan "pre-emptive strike".

Serangan terhadap sistem pertahanan—taktik yang dikenal sebagai penindasan pertahanan udara musuh atau SEAD—memungkinkan Israel untuk memperluas superioritas udaranya di wilayah Iran, imbuh militer Zionis.

"Ini adalah penerbangan militer terbesar dalam sejarah Angkatan Udara Israel," katanya, menambahkan bahwa operasi tersebut didasarkan pada perencanaan yang ekstensif dan intelijen berkualitas tinggi.Serangan tersebut melibatkan pesawat tempur siluman F-35 dan jet tempur F-15 Israel.

Presiden AS Donald Trump menggambarkan keterlibatan Amerika sebagai awal dari operasi tempur besar setelah perundingan nuklir antara Teheran dan Washington gagal.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Business Insider, Minggu (1/3/2026), bahwa pasukan udara, darat, dan laut Amerika terlibat dalam serangan terhadap Iran dan meluncurkan drone, artileri roket, dan rudal jelajah, di antara senjata lainnya.

Menurut militer Amerika, pesawat tempur AS juga berpartisipasi dalam serangan tersebut, yang menargetkan fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, pertahanan udara, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta lapangan terbang militer.

Ratusan warga Iran telah tewas dan terluka dalam serangan sejauh ini, menurut beberapa laporan lokal.Iran membalas dengan meluncurkan gelombang rudal terhadap Israel dan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah, yang membuat kawasan itu panik dalam hal pertahanan udara.

Komando Pusat (CENTCOM) AS, yang mengawasi operasi Timur Tengah, mengatakan pasukannya berhasil bertahan melawan ratusan serangan rudal dan drone Iran.

Beberapa negara Timur Tengah juga mengonfirmasi menembak jatuh rudal Iran, meskipun beberapa proyektil berhasil lolos dari pertahanan udara. CENTCOM mengatakan tidak ada laporan korban jiwa dari pihak AS, dan tidak ada kerusakan signifikan pada fasilitas Amerika.

Serangan hari Sabtu menandai kedua kalinya dalam waktu kurang dari setahun AS menyerang Iran. Pasukan Amerika sebelumnya mengebom fasilitas nuklir negara Islam itu pada Juni 2025 sebagai bagian dari "Operation Midnight Hammer".

Hal ini juga menyusul peningkatan kekuatan militer AS secara bertahap di Timur Tengah dan Laut Mediterania Timur, termasuk lebih dari selusin kapal perang dan ratusan pesawat terbang.

Topik Menarik