Israel Klaim Khamenei Telah Tewas, Iran Nyatakan Masih Hidup dan Memimpin Medan Perang
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ada tanda-tanda yang semakin kuat bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, Iran menyatakan Khamenei masih hidup dan teguh memimpin di medan perang.
Israel dan AS telah menyerang Iran pada hari Sabtu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Arab yang menjadi tempat pangkalan militer AS berada.
Baca Juga: Perang Hari Pertama, Israel Klaim Pemimpin IRGC dan Menhan Iran Tewas
“Pagi ini kami melenyapkan pejabat senior dalam rezim ayatollah, komandan Garda Revolusi, tokoh senior dalam program nuklir— dan kami akan terus melakukannya. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan menyerang ribuan target lagi dari rezim teror,” kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (1/3/2026).
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei dihancurkan di jantung kota Teheran... dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," lanjut Netanyahu.Media Israel, N12, melaporkan bahwa Netanyahu diberikan bukti tentang Khamenei telah terbunuh dalam serangan gabungan Israel-AS di Teheran. Menurut laporan itu, Netanyahu dan para pemimpin badan keamanan Israel melihat foto jenazah Khamenei.Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, juga melaporkan bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington percaya bahwa laporan di Israel tentang pembunuhan Khamenei itu benar.
"Kami merasa itu adalah cerita yang benar," kata Trump kepada NBC News, menambahkan bahwa sebagian besar pengambil keputusan di Teheran "telah pergi" setelah serangan gabungan AS-Israel yang terjadi Sabtu pagi.
Sementara itu, kantor berita Iran; Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa Khamenei masih hidup, "teguh dan mantap dalam memimpin medan perang".
Otoritas Iran mengatakan Khamenei "aman dan sehat" dan menyerukan kepada rakyat untuk tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh apa yang mereka sebut sebagai "perang mental" musuh.Media pemerintah Iran mengutip kepala hubungan masyarakat (humas) di kantor Khamenei yang mengatakan: "Musuh menggunakan perang mental, semua orang harus waspada."
Khamenei, yang telah menjadi pemimpin tertinggi sejak 1989, adalah tokoh paling berpengaruh di Iran. Dia adalah kepala negara dan panglima tertinggi Iran.
Dia juga memiliki wewenang atas kepolisian nasional dan kepolisian moral.
Khamenei mengendalikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang bertanggung jawab atas keamanan internal, dan sayap sukarelawannya; Pasukan Perlawanan Basij—yang digunakan untuk menekan perbedaan pendapat di Iran.










