5 Negara Arab Ini Jadi Sasaran Pembalasan Iran
Iran telah menargetkan aset Amerika Serikat di seluruh negara-negara Teluk Arab sebagai pembalasan atas serangan gabungan besar-besaran terhadap Iran oleh AS dan Israel, karena kekhawatiran terburuk kawasan itu akan tersulut dalam kobaran api perang yang berkepanjangan semakin nyata.
Pemerintah Iran pada hari Sabtu mengkonfirmasi serangannya terhadap beberapa target, menurut kantor berita Fars, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, tempat pangkalan udara dengan aset AS berada.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam "oleh pukulan kuat rudal Iran".
"Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti sampai musuh dikalahkan secara telak," katanya. Semua aset AS di seluruh wilayah dianggap sebagai target yang sah bagi tentara Iran, tambahnya, dilansir Al Jazeera.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hamid Ghanbari mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Iran berhak untuk membela diri dan menyesalkan setiap kerugian kemanusiaan yang disebabkan oleh eskalasi militer saat ini.
5 Negara Arab Ini Jadi Sasaran Pembalasan Iran
1. Uni Emirat Arab
Setidaknya satu orang tewas di Abu Dhabi, ibu kota UEA, setelah beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran dicegat, menurut kantor berita negara tersebut.2. Bahrain
Bahrain mengatakan serangan rudal menargetkan markas besar Armada ke-5 Angkatan Laut AS, yang menjadi tuan rumahnya.Pemerintah menyebutnya sebagai "serangan yang berbahaya" dan "pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan keamanan kerajaan".
Baca Juga: 2 Sekolah Dirudal Israel, 53 Orang Iran Tewas
3. Kuwait
Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan bahwa Pangkalan Udara Ali al-Salem diserang oleh sejumlah rudal balistik, yang semuanya berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Kuwait.4. Qatar
Di Qatar, Kementerian Pertahanan mengatakan telah "menggagalkan" beberapa serangan terhadap negara tersebut."Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa ancaman tersebut ditangani segera setelah terdeteksi, sesuai dengan rencana keamanan yang telah disetujui sebelumnya, dan bahwa semua rudal berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar," katanya.
5. Arab Saudi
Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Saudi mengkonfirmasi bahwa Iran menargetkan Riyadh dan wilayah timur kerajaan, menambahkan bahwa serangan tersebut berhasil dipukul mundur.“Serangan-serangan ini tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun atau dengan cara apa pun, dan serangan itu terjadi meskipun otoritas Iran mengetahui bahwa Kerajaan telah menegaskan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara dan teritorialnya digunakan untuk menargetkan Iran,” tambah pernyataan itu.Qatar, Kuwait, Bahrain, dan UEA semuanya menutup sementara wilayah udara mereka dan mengutuk serangan Iran terhadap wilayah mereka.
Seorang koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa Bandara Erbil di wilayah Kurdi di Irak utara menjadi sasaran dua kali pada hari Sabtu. Sebuah serangan drone mencoba menargetkan Bandara Internasional Erbil, tetapi pertahanan udara mencegat dan menembak jatuh drone tersebut, tambah mereka.
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa ledakan rudal menewaskan empat orang dan melukai banyak lainnya di kawasan industri Suwayda, tanpa menyebutkan sumber rudal tersebut.
Oman selama bertahun-tahun telah berperan sebagai penghubung antara Iran dan negara-negara lain di kawasan dan sekitarnya. Oman memainkan peran sentral dalam pembicaraan tidak langsung baru-baru ini antara Iran dan AS di Oman dan Jenewa.
Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, pada hari Jumat menyatakan optimisme bahwa perdamaian "sudah di depan mata" karena Iran telah setuju selama pembicaraan untuk tidak pernah menimbun uranium yang diperkaya. Badr bin Hamad Albusaidi menggambarkan perkembangan tersebut sebagai terobosan besar. Beberapa jam kemudian, Israel dan AS menyerang, dan pembicaraan tersebut kini telah berakhir.GCC adalah aliansi enam negara di Semenanjung Arab: Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, yang didirikan pada tahun 1981 untuk mempromosikan kerja sama ekonomi, keamanan, budaya, dan sosial.
“Di Doha, dalam beberapa jam terakhir, kami mendengar setidaknya selusin ledakan. Sebagian besar terdengar seperti rudal pertahanan Patriot yang mencegat rudal Iran yang datang,” kata Basravi.
“Sejauh menyangkut Iran, dengan AS dan Israel yang menembakkan tembakan pertama dalam putaran terbaru ini, semuanya mungkin sekarang menjadi sasaran yang sah,” tambahnya.










