Negara-negara Arab Marah usai Dubes AS Dukung Ide Israel Raya dari Nil hingga Eufrat
Negara-negara Arab marah setelah Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee, mendukung rezim Zionis Israel ekspansi wilayah di Timur Tengah dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. Gagasan ekspansi itu sudah lama muncul untuk mendukung konsep Israel Raya.
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis AS Tucker Carlson yang dirilis pada hari Jumat, Huckabee, seorang pendeta Baptis dan menyebut dirinya sebagai Zionis Kristen, mengatakan bahwa tidak apa-apa jika Israel mengambil wilayah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat. Dia menambahkan bahwa Israel memiliki hak untuk menjaga keamanannya.
Huckabee mengeklaim Israel memiliki "hak ilahi" atas sebagian besar wilayah Timur Tengah. Carlson bertanya: “Tanah mana yang Anda maksud?”
Baca Juga: OKI Kecam Dubes AS karena Dukung Zionis Wujudkan Israel Raya dari Nil hingga Eufrat
“Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” jawab Huckabee, merujuk pada hak Alkitab Israel atas wilayah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat.
Liga Arab, sebuah koalisi yang terdiri dari 22 negara Arab, mengecam pernyataan tersebut sebagai "sangat ekstremis". "Pernyataan itu tidak sesuai dengan prinsip dan norma dasar diplomasi," kata koalisi tersebut.“Pernyataan seperti ini—ekstremis dan tanpa dasar yang kuat—hanya akan mengobarkan sentimen dan membangkitkan emosi keagamaan dan nasional pada saat negara-negara berkumpul dalam kerangka Dewan Perdamaian untuk mengeksplorasi cara-cara menerapkan perjanjian perdamaian Gaza,” imbuh Gamal Roshdy, juru bicara Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (22/2/2026).Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang terdiri dari 57 negara mayoritas Muslim, mengeluarkan pernyataan serupa. Mereka memperingatkan bahwa pernyataan Huckabee "berbahaya dan tidak bertanggung jawab". "Itu memicu retorika ideologis ekstremis dan mendorong Israel untuk memaksakan aneksasi wilayah Palestina," kata organisasi tersebut.
Kementerian Luar Negeri Yordania mengatakan pernyataan Huckabee yang “absurd dan provokatif” melanggar norma diplomatik dan Piagam PBB. Mesir menggambarkan pernyataan tersebut sebagai “penyimpangan yang mencolok” dari hukum internasional dan prinsip-prinsip PBB.
Arab Saudi, Kuwait, Oman, UEA, Lebanon, Turki, Pakistan, Indonesia, dan Otoritas Palestina juga mengutuk utusan AS tersebut karena merusak perdamaian dan keamanan internasional.
Israel mempertahankan kendali militer atas sebagian Tepi Barat dan Gaza, serta Lebanon selatan dan Suriah barat daya. Awal bulan ini, kabinet keamanan Israel menyetujui rencana untuk menetapkan sebagian besar wilayah Tepi Barat sebagai “milik negara” untuk pertama kalinya sejak Perang Enam Hari tahun 1967. Negara-negara Muslim mengecam langkah tersebut dan menyerukan komunitas internasional untuk mengambil “langkah-langkah yang jelas dan tegas” terhadap Israel.










