Israel Melobi AS untuk Cegah Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi

Israel Melobi AS untuk Cegah Penjualan Jet Tempur Siluman F-35 ke Arab Saudi

Global | sindonews | Selasa, 10 Februari 2026 - 08:10
share

Israel mulai melakukan lobi-lobi di Washington untuk mencegah pemerintah Amerika Serikat (AS) menjual jet tempur siluman F-35 ke Arab Saudi dan Turki. Lobi-lobi itu juga untuk memengaruhi keputusan Washington tentang Iran dan Jalur Gaza.

Upaya rezim Zionis Israel itu diungkap media berbahasa Ibrani, Kan, yang dikutip Middle East Monitor, Selasa (10/2/2026). Menurut laporan tersebut, pertemuan telah diadakan antara pejabat Israel dan Amerika untuk membahas beberapa isu penting, terutama Gaza, Iran, dan kerja sama bilateral.

Baca Juga: Arab Saudi Isyaratkan Akan Modali Proyek KAAN, Jet Tempur Turki yang Dibeli Indonesia

Sehubungan dengan pembicaraan tentang penjualan pesawat F-35 ke negara-negara regional seperti Turki dan Arab Saudi, para pejabat Israel dan AS membahas perlunya mempertahankan keunggulan teknologi militer Israel.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan keinginannya untuk menemui Presiden AS Donald Trump guna memengaruhi negosiasi AS dengan Iran terkait program nuklir Teheran. Dia khawatir bahwa perundingan tersebut mungkin tidak mencakup isu-isu yang dianggap vital oleh Israel, termasuk program rudal balistik Iran dan milisi yang didukung Iran.

Susunan delegasi pimpinan Netanyahu yang akan berangkat pada hari Selasa belum final, dan ada kemungkinan bahwa perwira militer Israel akan menjadi bagian darinya.

Tentang Penjualan F-35 AS ke Arab Saudi

Pada November lalu, para pejabat AS mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah mengajukan permintaan langsung untuk 48 unit pesawat tempur F-35 kepada Presiden AS Donald Trump. Ini mungkin pertama kalinya skala dan jumlah permintaan tersebut diungkapkan.

"Penjualan senjata sedang diproses," kata pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim.

Proses itu membutuhkan banyak proses, termasuk persetujuan dari Trump, dan pemberitahuan kepada Kongres sebelum benar-benar dapat disetujui secara resmi.

Pejabat AS tersebut mengatakan bahwa departemen kebijakan di Pentagon menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengerjakan potensi kesepakatan tersebut, dan masalah tersebut kini telah sampai ke tingkat menteri di Departemen Pertahanan.

Arab Saudi saat ini memiliki salah satu Angkatan Udara tercanggih dan terdiversifikasi di kawasan Teluk Arab. Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF) mengoperasikan F-15SA (yang menjadi dasar F-15EX), F-15SR (varian yang di-upgrade), Eurofighter Typhoon, dan Panavia Tornado. Meskipun demikian, mereka telah berupaya memperkuat kekuatan udaranya di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang dari negara-negara nakal dan aktor non-negara di Teluk Persia.

Arab Saudi sebelumnya diyakini sedang mempertimbangkan pembelian 100 jet tempur siluman KAAN Turki, sebagai alternatif F-35. Kedua belah pihak memulai diskusi mengenai potensi akuisisi tersebut pada Desember 2024, menyusul pembelian kendaraan tempur udara tak berawak (UCAV) Akinci oleh Arab Saudi dari Turki.

Namun, jika Pentagon menyetujui penjualan F-35, Riyadh dapat dengan cepat mengesampingkan proyek KAAN tersebut.

Kerajaan Arab Saudi secara resmi menyatakan minatnya untuk mengakuisisi pesawat siluman F-35 pada tahun 2017. Namun, Pentagon sejak itu menunda komitmennya untuk melindungi keunggulan militer Israel di kawasan Timur Tengah.

Merusak Keunggulan Militer Kualitatif Israel?

Saat ini, hanya Israel yang mengoperasikan F-35 generasi kelima di kawasan tersebut, yang memastikan dominasi militernya sepenuhnya. Israel awalnya memesan 50 pesawat tempur F-35 Lightning II dari Lockheed Martin, diikuti dengan pesanan tambahan sebanyak 25 unit pada tahun 2023.

Israel mengoperasikan versi modifikasi F-35, yang disebut F-35I Adir, yang dirancang khusus untuk memenuhi persyaratan operasional khusus Israel. Israel adalah negara pertama yang menggunakan pesawat ini dalam pertempuran. Faktanya, jet siluman tersebut digunakan oleh Israel dalam perang melawan Iran, di mana ia terbukti berperan penting dalam melakukan misi serangan di dalam Republik Islam tersebut.

Potensi penjualan F-35 ke Arab Saudi dapat secara signifikan mengubah dinamika di kawasan Asia Barat. Sejauh ini, hambatan utama dalam penjualan jet F-35 ke Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab lainnya adalah perjanjian jangka panjang antara AS dan Israel.

Perjanjian tersebut menetapkan bahwa senjata AS yang dipasok ke Israel harus "lebih unggul dalam kemampuan" dibandingkan dengan senjata yang dijual ke negara-negara tetangga dan pesaing Israel di kawasan tersebut.

Topik Menarik