Militer Thailand Bongkar "Kantor Polisi Palsu" di Sarang Penipuan Kamboja

Militer Thailand Bongkar "Kantor Polisi Palsu" di Sarang Penipuan Kamboja

Global | okezone | Kamis, 5 Februari 2026 - 08:35
share

BANGKOK – Militer Thailand mengungkap temuan mengejutkan dari sebuah kompleks penipuan transnasional di Kamboja. Di lokasi tersebut, aparat menemukan sejumlah ruangan yang dirancang menyerupai kantor polisi dari berbagai negara.

Kompleks penipuan bernama O’Smach itu terletak di wilayah perbatasan Kamboja–Thailand yang selama ini disengketakan. Area tersebut kini dikuasai pasukan Thailand setelah bentrokan militer antara kedua negara pada akhir tahun lalu.

Militer Thailand menyatakan, kompleks tersebut menjadi pusat operasi penipuan berskala besar dan menampung ribuan orang. Banyak di antaranya diduga merupakan korban perdagangan manusia yang dipaksa menjalankan aksi penipuan terhadap warga asing.

 

Pejabat militer menyebut para korban dipaksa menipu atau menghadapi hukuman berat jika menolak.

 

Tiruan Kantor Polisi Berbagai Negara

Dalam penggerebekan tersebut, aparat menemukan ruangan-ruangan yang dibuat menyerupai kantor polisi dari setidaknya tujuh negara, antara lain Singapura, Tiongkok, India, Indonesia, Vietnam, dan Australia.

Selain itu, ditemukan pula dokumen berisi daftar target penipuan, detail kontak, hingga skrip percakapan yang digunakan untuk memperdaya korban. Dokumen-dokumen tersebut tampak berserakan di salah satu bangunan kompleks.

Menanggapi temuan itu, Kepolisian Singapura mengonfirmasi bahwa otoritas Thailand menemukan fasad yang menyerupai kantor polisi lingkungan Singapura di pusat penipuan tersebut.

"Polisi mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang menyamar sebagai pejabat pemerintah, termasuk yang mengatasnamakan Kepolisian Singapura," ujar pernyataan resmi kepolisian Singapura seperti dilansir dari cna, Kamis (5/2/2026).

Polisi Singapura menegaskan, aparat tidak pernah meminta masyarakat mentransfer uang, mengungkapkan data perbankan, memasang aplikasi dari sumber tidak resmi, atau mengalihkan panggilan telepon ke pihak kepolisian.

 

Terorganisir dan Sistematis

Direktur Unit Intelijen Angkatan Darat Thailand, Letjen Teeranan Nandhakwang, mengatakan jaringan penipuan tersebut sangat terorganisir.

“Mereka memiliki infrastruktur dan sistem yang baik, alur kerja yang jelas, serta beragam taktik dan teknik untuk melakukan penipuan,” kata Teeranan.

Selain kantor polisi palsu, militer juga menemukan ruangan lain yang menyerupai cabang bank Vietnam, lengkap dengan meja layanan, spanduk, dan ruang tunggu.

Modus ini digunakan untuk meyakinkan korban bahwa mereka sedang berurusan dengan pihak berwenang. Para korban biasanya diancam penangkapan atau proses hukum jika tidak mengikuti instruksi pelaku.

Menurut para ahli, jaringan penipuan serupa di Kamboja dan negara lain telah menyebabkan kerugian miliaran dolar di seluruh dunia serta memperdaya warga dari berbagai negara untuk bekerja dalam kondisi yang menyerupai perbudakan.


Militer Thailand menyatakan kompleks O’Smach diamankan saat bentrokan pada Desember lalu, setelah pasukan Kamboja menggunakan lokasi tersebut sebagai pangkalan militer.

Gencatan senjata yang dicapai pada Desember mengatur agar kedua pihak menurunkan ketegangan dan mempertahankan posisi sebelum kesepakatan. Kompleks O’Smach, yang berada di wilayah Kamboja, kini masih diduduki oleh pasukan Thailand.

Topik Menarik