5 Fakta Jeffrey Epstein: Guru Matematika tanpa Ijazah Sarjana hingga Dugaan Agen Mossad

5 Fakta Jeffrey Epstein: Guru Matematika tanpa Ijazah Sarjana hingga Dugaan Agen Mossad

Global | sindonews | Kamis, 5 Februari 2026 - 07:41
share

Jeffrey Edward Epstein telah menjadi buah bibir komunitas internasional setelah berkas-berkasnya, yang dikenal sebagai "Epstein Files" dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS). Ada beberapa fakta mengejutkan dari sosok mendiang terpidana kejahatan seksual Amerika ini.

Epstein lahir pada 20 Januari 1953 dan meninggal di penjara AS pada 10 Agustus 2019 saat menunggu persidangan kasus kejahatan seksual dan perdagangan manusia.

Baca Juga: Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?

Beberapa tahun setelah kematiannya, "Epstein Files" dirilis, yang menunjukkan betapa hebatnya jaringan kemitraan global penjahat seks yang mencakup para pemimpin dunia, badan intelijen, selebritas, dan tokoh-tokoh top lainnya.

Jutaan halaman serta ribuan video dan gambar dari "Epstein Files" menunjukkan beberapa tokoh dunia melakukan adegan tidak pantas dengan gadis di bawah umur. Salah satu tokoh tersebut adalah mantan pangeran Inggris, Andrew. Ada juga foto mantan presiden Bill Clinton, miliarder Bill Gates, dan tokoh-tokoh terkenal lainnya berada di properti Epstein.

5 Fakta Jeffrey Epstein yang Menggemparkan

1. Jadi Guru Matematika tanpa Memiliki Ijazah Sarjana

Epstein dilahirkan di Brooklyn, New York, dalam keluarga kelas menengah dan menunjukkan kecerdasan akademis sejak muda. Dia sempat kuliah di Cooper Union dan NYU Courant Institute, namun tidak menyelesaikan gelar sarjana.Pada tahun 1974, pada usia 21 tahun, Epstein bekerja sebagai guru fisika dan matematika di Dalton School, sekolah swasta elite di Manhattan yang biasa didatangi anak-anak elite New York—meski dia tidak memiliki kualifikasi pedagogis formal. Ini tidak lazim untuk sosok tanpa gelar akademik formal bisa menjalani posisi tersebut.

Beberapa mantan murid mengingatnya sebagai sosok yang flamboyan dan energik—namun juga menunjukkan perilaku yang tidak sepenuhnya profesional.

Kariernya di dunia pendidikan ini berlangsung hanya beberapa tahun, tetapi menempatkannya pada jaringan sosial tertentu yang kemudian membentuk langkahnya berikutnya.

2. Transisi ke Dunia Keuangan dan Jaringan Elite

Hanya beberapa tahun setelah mengajar, Epstein beralih ke sektor keuangan.

Dia bekerja di Bear Stearns, salah satu bank investasi terbesar di Wall Street, dan kemudian mendirikan firma manusianya sendiri, J. Epstein & Co., yang mengelola kekayaan klien-klien superkaya.

Keterkaitannya dengan Leslie Wexner, taipan ritel yang memiliki Victoria’s Secret, menjadi salah satu kunci awal dalam memantapkan posisinya di elite finansial. Wexner mempercayakan sebagian besar asetnya kepada Epstein, yang kemudian memainkan peran penting dalam membangun portofolio dan gaya hidup Epstein—termasuk pembelian rumah mewah, jet pribadi, dan pulau pribadi di Karibia.

Kini dipandang sebagai "financier" dan "socialite", Epstein berhasil menjalin relasi dengan tokoh-tokoh terkenal di berbagai bidang, mulai dari akademisi hingga politikus dan selebritas.

3. Terlibat Kejahatan Seksual dan Jaringannya Sistematis

Karier Epstein runtuh ketika penyelidikan kriminal terhadapnya dimulai pada 2005 di Palm Beach, Florida, setelah seorang orang tua melaporkan bahwa putrinya yang berusia 14 tahun menjadi korban pelecehan.

Polisi mengidentifikasi puluhan gadis di bawah umur yang diduga menjadi korban grooming dan pelecehan seksual oleh Epstein dan jaringan asistennya. Investigasi ini kemudian menghasilkan tuduhan federal terhadap Epstein dan kesepakatan hukum kontroversial pada 2008 di mana Epstein hanya dijatuhi hukuman ringan dan pembebasan meskipun kasusnya serius.

Kasus ini memicu kritik luas terhadap sistem hukum AS, dan membawa Epstein ke sorotan internasional sebagai simbol elite impunitas.

4. Kematiannya Memicu Teoris Konspirasi

Epstein ditemukan tewas pada 10 Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas kasus perdagangan seks di penjara federal di New York—dan kematiannya dinyatakan sebagai "suicide by hanging" atau bunuh diri dengan gantung diri.Namun, kematian ini memicu arus teori konspirasi yang kuat, mulai dari tuduhan pembunuhan terselubung hingga dugaan keberadaan “client list” orang-orang berpengaruh yang terlibat.

5. Dugaan Jadi Agen Mossad

Salah satu teori paling kontroversial yang beredar adalah bahwa Epstein bukan sekadar pelaku kriminal, melainkan agen intelijen— khususnya Mossad (badan intelijen Israel), yang menggunakan skema pelecehan dan kompromi untuk mengumpulkan informasi.

Klaim ini muncul dari sumber-sumber tertentu seperti mantan orang dalam intelijen yang menulis buku dan media alternatif yang menyampaikan bahwa Epstein dan pasangan tak resminya, Ghislaine Maxwell, dicurigai menjalankan “honeypot operation” untuk memeras tokoh global demi informasi.

Argumen ini terkait hubungan Maxwell dengan ayahnya, Robert Maxwell, yang memang pernah berhubungan dengan intelijen Israel, serta hubungan Epstein dengan tokoh elite dunia.

Namun, klaim ini belum terverifikasi secara independen, dan sejumlah figur berpengaruh telah secara tegas menyangkalnya.Tucker Carlson, jurnalis AS, secara terbuka menyatakan bahwa Epstein mungkin bekerja atas nama layanan intelijen, kemungkinan bukan Amerika dan secara implisit menyebut kemungkinan Mossad saat berbicara di sebuah acara publik pada tahun 2025.

Dia bertanya retoris apakah Epstein “bekerja demi Mossad” untuk menjalankan operasi kompromat terhadap orang-orang berpengaruh.

Ari Ben-Menashe, mantan intelijen Israel, mengklaim bahwa Epstein dan Ghislaine Maxwell bekerja dengan intelijen dan bahwa Maxwell diperkenalkan Epstein kepada jaringan tersebut. Namun, klaim Ben-Menashe tidak didukung oleh bukti independen yang diverifikasi oleh lembaga resmi.

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyatakan dengan tegas bahwa Epstein tidak pernah menjadi agen Mossad, menyebut narasi tersebut sebagai “gelombang fitnah” terhadap Israel.

Pakar hukum terkemuka, Alan Dershowitz, menyatakan bahwa tidak ada bukti yang kredibel bahwa Epstein bekerja untuk Mossad atau badan intelijen lain.

Topik Menarik