Turki dan Saudi Makin Mesra, Ada Apa Gerangan?

Turki dan Saudi Makin Mesra, Ada Apa Gerangan?

Global | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 20:20
share

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperbarui tekad mereka untuk melanjutkan koordinasi dan mengintensifkan upaya yang bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Mereka juga menekankan dalam pernyataan bersama tentang pentingnya kerja sama regional untuk memastikan stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran regional.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan pada hari Rabu di akhir kunjungan presiden Turki ke Riyadh, MBS dan Erdogan membahas perkembangan di kawasan tersebut, termasuk di Gaza, Suriah, Sudan, dan Yaman. Para pejabat juga membahas hubungan antara Arab Saudi dan Turki, termasuk di bidang investasi, ekonomi, energi, dan pertahanan, di antara lainnya.

Turki dan Saudi Makin Mesra, Ada Apa Gerangan?

1. Situasi Yaman

Melansir Al Arabiya, situasi di Yaman dan perkembangan terkini di negara tersebut termasuk di antara isu-isu yang dibahas antara para pejabat.

Menurut pernyataan tersebut, kedua belah pihak menegaskan dukungan mereka kepada pemerintah Yaman yang sah yang diwakili oleh kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi.

“Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman, dan perlunya menghadapi setiap upaya yang bertujuan untuk memecah belah Yaman atau mendukung entitas internal yang berupaya merusak keamanan dan stabilitasnya,” demikian bunyi pernyataan yang dimuat oleh Kantor Berita Saudi (SPA).

Turki, menurut pernyataan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap peran penting yang dimainkan Arab Saudi di Yaman dan upayanya untuk mengakhiri krisis Yaman dengan menjadi tuan rumah konferensi Riyadh yang mengumpulkan semua komponen selatan.Baca Juga: 7 Fakta Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein, dari Kuil Aneh hingga Transaksi Ilegal

2. Palestina dan Gaza

Mengenai situasi di Gaza, kedua negara menyambut baik keputusan mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian dalam mendukung upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden AS Donald Trump.

Mereka juga menyambut baik peluncuran fase kedua dari rencana perdamaian komprehensif di Gaza.

Meskipun demikian, kedua pihak juga menyatakan keprihatinan mendalam mereka atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, dan agresi Israel yang terus berlanjut.

“Mereka juga menekankan perlunya komunitas internasional untuk memenuhi perannya dalam memberikan tekanan pada otoritas pendudukan Israel untuk memastikan perlindungan warga sipil, menahan diri dari menargetkan fasilitas vital, dan mematuhi hukum internasional dan hukum humaniter internasional.”

Topik Menarik