Iran Resmi Izinkan Perempuan Mengendarai Sepeda Motor

Iran Resmi Izinkan Perempuan Mengendarai Sepeda Motor

Global | sindonews | Rabu, 4 Februari 2026 - 21:45
share

Perempuan diIran kini secara resmi dapat memperoleh SIM untuk mengendarai sepeda motor. Demikian dilaporkan media lokal pada hari Rabu, mengakhiri ambiguitas hukum selama bertahun-tahun seputar kendaraan roda dua.

Sebelumnya, hukum tidak secara eksplisit melarang perempuan mengendarai sepeda motor dan skuter, tetapi dalam praktiknya pihak berwenang menolak untuk mengeluarkan SIM.

Karena adanya area abu-abu hukum, perempuan telah dianggap bertanggung jawab secara hukum atas kecelakaan bahkan ketika mereka adalah korban.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menandatangani resolusi pada hari Selasa yang bertujuan untuk mengklarifikasi kode lalu lintas, yang disetujui oleh kabinet Iran pada akhir Januari, demikian dilaporkan kantor berita Ilna negara tersebut.

Melansir Al Arabiya, resolusi tersebut mewajibkan polisi lalu lintas untuk “memberikan pelatihan praktis kepada pelamar perempuan, menyelenggarakan ujian di bawah pengawasan langsung polisi, dan menerbitkan surat izin mengemudi sepeda motor kepada perempuan,” kata Ilna.Perubahan ini menyusul gelombang protes di seluruh Iran yang awalnya dipicu oleh keluhan ekonomi, tetapi yang berkembang bulan lalu menjadi demonstrasi anti-pemerintah di seluruh negeri.

Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 kematian terjadi selama kerusuhan tersebut, dan bersikeras bahwa sebagian besar adalah anggota pasukan keamanan dan warga sipil.

Baca Juga: 7 Fakta Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein, dari Kuil Aneh hingga Transaksi Ilegal

Sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979, perempuan telah menghadapi sejumlah pembatasan sosial, dengan aturan berpakaian yang menjadi tantangan bagi mereka yang mengendarai sepeda motor.

Perempuan harus menutupi rambut mereka dengan jilbab di tempat umum dan mengenakan pakaian yang sopan dan longgar, tetapi dalam beberapa tahun terakhir banyak yang menentang aturan tersebut, dengan jumlah perempuan yang mengendarai sepeda motor meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.Tren ini semakin meningkat setelah kematian Mahsa Amini pada tahun 2022 saat berada dalam tahanan, seorang wanita muda Iran yang ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian.

Kematiannya memicu protes di seluruh Iran oleh perempuan yang menuntut kebebasan yang lebih besar.

Topik Menarik