Selain Paksa Kapal Induk Melarikan Diri, IRGC Klaim Rudal Iran Tewaskan 650 Tentara AS

Selain Paksa Kapal Induk Melarikan Diri, IRGC Klaim Rudal Iran Tewaskan 650 Tentara AS

Global | sindonews | Rabu, 4 Maret 2026 - 07:02
share

Seorang juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan lebih dari 650 personel militer AS telah tewas dan terluka dalam dua hari pertama Operasi True Promise 4 sebagai balasan dari Angkatan Bersenjata Iran terhadap instalasi militer dan kapal perang AS di seluruh Asia Barat.

"Dalam dua hari pertama perang, 650 tentara Amerika tewas dan terluka," kata Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini pada hari Selasa, dilansir Press TV.

Ia menekankan bahwa wajar jika militer AS menyangkal atau menyembunyikan korban jiwa; namun demikian, intelijen Iran serta semua laporan lapangan mengkonfirmasi jumlah korban tersebut.

Ia mengatakan bahwa serangan Iran, yang meliputi serangan rudal dan drone, terhadap aset angkatan laut AS dan markas militer di Bahrain, memaksa kapal induk USS Abraham Lincoln untuk melarikan diri ke arah Samudra Hindia bagian selatan.

Baca Juga: Perlawanan Teheran Makin Ganas, Konsulat AS di Dubai Diserang Drone IranIa menyoroti bahwa pasukan Iran juga berhasil menimbulkan kerugian besar pada fasilitas militer AS di wilayah Teluk Persia.

Juru bicara tersebut mengatakan bahwa rudal dan drone Iran telah berulang kali menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain.

Gelombang serangan balasan Iran yang baru telah melumpuhkan pangkalan udara utama AS di Bahrain, dengan serangan yang menghancurkan pusat komando saat pasukan Iran terus melancarkan respons tegas terhadap agresi AS-Israel.

Menurut Naeini, 160 personel militer AS tewas dan terluka dalam salah satu serangan, ketika Angkatan Bersenjata Iran menargetkan situs militer utama AS di kerajaan Teluk Persia.

Lebih lanjut, kapal pendukung tempur MST Angkatan Laut AS mengalami kerusakan parah setelah terkena rudal angkatan laut Iran, katanya.Juru bicara IRGC juga mencatat bahwa unit angkatan laut Iran telah menembakkan empat rudal jelajah ke kapal USS Abraham Lincoln, yang ditempatkan sekitar 250 hingga 300 kilometer di lepas pantai Chabahar di Iran tenggara.

Di tempat lain dalam pernyataannya pada hari Selasa, juru bicara IRGC memuji skala serangan balasan Iran sebagai "lebih kuat dan menghancurkan" dibandingkan dengan serangan yang dilakukan pada hari-hari terakhir perang 12 hari Juni lalu.

Ia menekankan bahwa semua rudal Iran telah diperbarui, dan sekarang jauh lebih canggih daripada yang digunakan dalam Operasi True Promise 3.

Naeini menggambarkan daya serang rudal tersebut sebagai luar biasa dan jauh melampaui perhitungan musuh, menekankan bahwa kemampuan rudal Iran telah membingungkan musuh.

Ia meyakinkan bangsa Iran bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan dengan tekun membela negara, dan bahwa kemenangan besar sudah di depan mata.

Topik Menarik