Keras! Iran Peringatkan Negara-Negara Tetangga yang Bantu Serangan AS
TEHERAN, iNews.id - Iran melontarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga agar tidak terlibat atau memberikan dukungan apa pun terhadap rencana serangan Amerika Serikat (AS) ke wilayahnya.
Teheran menegaskan, penggunaan wilayah darat, laut, maupun udara negara lain untuk menyerang Iran akan dianggap sebagai tindakan permusuhan.
Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah gugus tempur kapal induk AS USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah. Kehadiran armada tempur tersebut memicu spekulasi akan potensi konflik baru antara AS, Israel, dan Iran.
Seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohammad Akbarzadeh, menegaskan sikap tegas Teheran terhadap negara-negara di sekitar Iran.
“Negara-negara tetangga adalah teman kami. Namun jika tanah, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, maka mereka akan dianggap sebagai musuh,” ujar Akbarzadeh, yang menjabat Wakil Politik Angkatan Laut IRGC, Selasa lalu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, turut mengingatkan bahwa dampak serangan terhadap Iran tidak akan terbatas pada satu negara saja.
“Negara-negara kawasan sepenuhnya menyadari bahwa setiap pelanggaran keamanan tidak hanya memengaruhi Iran. Ketidakamanan bisa menular ke seluruh kawasan,” ujarnya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian melakukan pembicaraan via telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS). Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian mengecam ancaman militer AS yang dinilainya hanya akan memperburuk ketidakstabilan kawasan.
“Presiden merujuk pada tekanan dan permusuhan baru-baru ini terhadap Iran, termasuk tekanan ekonomi dan campur tangan eksternal, serta menegaskan upaya tersebut gagal melemahkan ketahanan rakyat Iran,” demikian pernyataan kantor kepresidenan Iran seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (28/1/2026).
Di sisi lain, MBS menegaskan sikap Arab Saudi yang menolak segala bentuk agresi terhadap Iran. Riyadh memastikan tidak akan mengizinkan wilayah udara maupun teritorialnya digunakan untuk menyerang Teheran.
“Sikap Kerajaan adalah menghormati kedaulatan Republik Islam Iran dan tidak akan mengizinkan penggunaan wilayah udara atau wilayah teritorial untuk aksi militer apa pun terhadap Iran,” demikian laporan kantor berita resmi Arab Saudi, SPA.









