Ini Tampang Komandan Israel Pembunuh Hind Rajab, Kini Diadukan ke ICC
Hind Rajab Foundation telah secara terbuka mengidentifikasi komandan Israel yang bertanggung jawab atas pembunuhan gadis cilik Palestina Hind Rajab di Kota Gaza pada Januari 2024.
Sosok komandan tersebut adalah Letnan Kolonel Benny Aharon. Dia adalah komandan Brigade Lapis Baja ke-401 militer Israel.
Hind Rajab Foundation, yayasan yang didirikan untuk membela gadis cilik itu, kini mengajukan pengaduan ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag.
Menurut yayasan tersebut, komandan militer Israel tersebut melakukan kejahatan perang dalam pembunuhan Hind Rajab (7) dan keluarganya.
Letnan Kolonel Benny Aharon, kata yayasan tersebut, bertanggung jawab langsung atas operasi militer yang menargetkan mobil keluarga Hind Rajab di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza, pada tanggal 29 Januari 2024.
Pengaduan ke ICC diajukan setelah penyelidikan selama setahun, di mana tim yayasan itu mengidentifikasi tentara, perwira, dan komandan lapangan yang terlibat dalam serangan, yang semuanya berada di bawah komando Aharon.
Hind Rajab semestinya berusia tujuh tahun pada hari Jumat, 3 Mei 2025.
Alih-alih merayakan ulang tahunnya, yayasan yang didirikan untuk mengenangnya mengumumkan bahwa mereka telah mengambil langkah hukum pertama untuk meminta pertanggungjawaban para pembunuhnya.
Pernyataan yayasan tersebut mencatat bahwa unit tank Aharon tidak hanya menembaki mobil keluarga gadis cilik tersebut, tetapi kemudian mengebom ambulans Bulan Sabit Merah Palestina yang dikirim untuk menyelamatkan Hind Rajab, menewaskan dua paramedis.
Hind Rajab, yang terluka dan ketakutan, tetap hidup selama berjam-jam setelah serangan awal.
Dia berbicara kepada paramedis melalui telepon, berbisik, "Saya sangat takut...tolong datang," sebelum meninggal sendirian, tanpa pertolongan.
Jasadnya ditemukan sepuluh hari kemudian, tergeletak di samping sepupunya; Lian, di antara reruntuhan dan puing-puing.
Yayasan tersebut mengatakan pengaduan ke ICC didasarkan pada "bukti kuat dan investigasi terperinci", yang dilakukan bekerja sama dengan para ahli hukum dan organisasi penelitian, termasuk Forensic Architecture.
Hind Rajab Foundation sedang mencari surat perintah penangkapan untuk Aharon dan anggota unitnya yang lain.
"Ini bukan tindakan balas dendam, tetapi kewajiban hukum dan moral terhadap seorang anak yang terbunuh saat memohon bantuan," kata Diab Abu Jahjah, kepala Hind Rajab Foundation, seperti dikutip Palestine Chronicle, Senin (5/5/2025).
"Hari ini, Hind seharusnya meniup lilin ulang tahun. Sebaliknya, kami mengungkap identitas pembunuhnya, dan kami akan mengejarnya dengan fakta dan hukum."
Yayasan tersebut menyimpulkan bahwa pengajuan ini menandai awal dari perjalanan panjang menuju keadilan, dan berjanji untuk melanjutkan upaya mengungkap dan meminta pertanggungjawaban semua pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian di Tel al-Hawa, sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas melawan impunitas atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil Palestina.









