Loading...
Loading…
Sejak Invasi, Rusia Lancarkan 1.403 Serangan Udara ke Ukraina

Sejak Invasi, Rusia Lancarkan 1.403 Serangan Udara ke Ukraina

Global | sindonews | Minggu, 20 Maret 2022 - 22:50

MOSKOW - Angkatan Bersenjata Rusia telah melakukan 1.403 serangan udara di Ukraina sejak awal invasi. Hal itu diungkapkan juru bicara kementerian pertahanan negara itu.

"Sejak awal peperangan, musuh telah meluncurkan 291 serangan rudal; telah menggunakan 459 rudal darat, laut, dan udara; dan melakukan 1.403 serangan udara," kata Oleksandr Motuzyanyk, seperti dilansir dari Defense Blog, Minggu (20/3/2022).

Seperti dicatat oleh juru bicara itu, target darat utama pasukan Rusia adalah kota dan desa Ukraina, yaitu fasilitas infrastruktur industri, sekolah, rumah sakit, tempat suci sejarah dan keagamaan nasional, daerah permukiman padat penduduk.

Selanjutnya, Ukraina menuduh pasukan Rusia mengebom sebuah teater tempat warga sipil berlindung di kota selatan Mariupol yang terkepung.

Wakil Wali Kota Sergei Orlov mengatakan kepada BBC bahwa antara 1.000 dan 1.200 orang telah mencari perlindungan di gedung itu.

Dia juga mencatat bahwa pasukan pendudukan Rusia mencoba untuk melanjutkan serangan mereka terhadap Ukraina, tetapi tidak berhasil.

Rusia meluncurkan "operasi khusus" di Ukraina pada 24 Februari, untuk menghentikan kampanye selama delapan tahun yang dilakukan oleh Kiev di Donbass. Presiden Vladimir Putin menekankan bahwa mulai menyelamatkan orang-orang Donbass dari genosida, dan menambahkan bahwa tujuan Rusia adalah demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina.

Baca Juga :
Intel Ukraina Siap-siap dengan Serangan Militer Rusia Tahun Depan

Pada Sabtu, PBB mengatakan bahwa setidaknya 847 warga sipil Ukraina sejauh ini telah tewas dan 1.399 terluka sejak perang dimulai. Lebih dari 3,2 juta pengungsi juga telah meninggalkan Ukraina, sementara lebih dari 6 juta telah mengungsi di dalam negeri.

Ribuan tentara juga tewas dalam pertempuran itu, tetapi negosiasi antara delegasi Ukraina dan Rusia sejauh ini gagal membuahkan hasil.

Original Source

Topik Menarik