MNC University Sosialisasikan Peluang Beasiswa kepada 171 Siswa SMK Al Amanah

MNC University Sosialisasikan Peluang Beasiswa kepada 171 Siswa SMK Al Amanah

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 16:00
share

Rapper asal Amerika Serikat, Macklemore, mengumumkan tiket untuk ketiga konser dalam tur "Free Palestine" miliknya telah habis terjual "seketika". Hal ini terjadi beberapa pekan setelah ia dicoret dari daftar penampil tur AS Ed Sheeran akibat dukungannya terhadap rakyat Palestina saat berada di atas panggung.

Konser penggalangan dana tersebut akan digelar pada bulan Oktober di 3Arena (Dublin), Accor Arena (Paris), dan Wembley Arena (London), dengan seluruh hasil penjualan tiket disumbangkan kepada organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina. Nama-nama musisi lain yang akan turut serta akan diumumkan kemudian.

"Sejujurnya, saya sangat takjub," ujar Macklemore dalam pernyataan yang mengumumkan habisnya tiket tersebut, sebagaimana dilaporkan The Independent.

Dia menjelaskan, "Kami menyusun rangkaian konser ini dengan cepat dan berbasis komunitas, dengan keyakinan bahwa musisi dapat menunjukkan solidaritas terhadap Palestina, memanfaatkan panggung untuk menggalang dana, serta memperlihatkan wujud nyata dari aksi kolektif."

Menanggapi lonjakan dukungan global bagi Palestina, Macklemore menambahkan, "Ketika pihak penguasa berupaya membungkam seruan kita demi pembebasan, seni akan selalu menjadi bentuk perlawanan. Dublin, Paris, dan London, terima kasih atas antusiasme luar biasa kalian. Respons terhadap konser-konser ini menjadi pengingat betapa banyaknya orang di seluruh dunia yang bersatu demi Palestina yang merdeka."Pengumuman ini menyusul polemik seputar pencoretan Macklemore dari rangkaian konser tur "Loop" Sheeran di AS.

Sang rapper mengungkapkan sejumlah lokasi pertunjukan menolak mengizinkannya tampil setelah ia melontarkan pernyataan pro-Palestina.

Macklemore menduga miliarder Robert Kraft—yang perusahaannya memiliki Gillette Stadium—menghubungi Sheeran secara pribadi untuk menyatakan Macklemore tidak diperbolehkan tampil di lokasi tersebut.

Sheeran menyebut keputusan pencoretan itu sebagai wewenang promotor dan awalnya menyatakan tidak akan terlibat dalam perdebatan publik mengenai perang di Gaza.

Responsnya menuai kritik, sementara sejumlah penampil pendukung lainnya kemudian mengundurkan diri dari tur tersebut.Musisi Irlandia Aaron Rowe, band Denmark Lukas Graham, artis AS Finneas, dan grup musik Irlandia Beoga semuanya mundur setelah pencoretan Macklemore.

Saat mengumumkan konser solonya, Macklemore memandang perselisihan tersebut sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas melawan penyensoran dan demi solidaritas terhadap rakyat Palestina.

"Jika ada hal yang bisa kita pelajari dari beberapa minggu terakhir ini, hal itu adalah adanya perubahan yang terjadi selama tiga tahun belakangan. Telah muncul kesadaran kolektif terkait perjuangan pembebasan Palestina, kekuasaan para miliarder yang berupaya membungkam seruan tersebut, serta apa yang kita harapkan dari para seniman saat ini," ujarnya.

Dia menegaskan, "Apa yang saya alami ini cakupannya lebih luas daripada sekadar satu seniman atau satu panggung pertunjukan. Ketika kalangan miliarder bisa menentukan suara siapa yang boleh tampil di panggung dan suara siapa yang dianggap terlalu berbahaya untuk didengar, semua orang harus menaruh perhatian."

Sementara itu, The Independent melaporkan penurunan harga jual kembali tiket untuk sejumlah konser Sheeran yang akan datang. Pada tanggal 30 September, ditemukan tiket untuk pertunjukannya di Atlanta pada 3 Oktober yang dijual di Ticketmaster seharga USD19,49—termasuk biaya tambahan—dengan ketersediaan ratusan tiket.

Surat kabar tersebut juga mencatat tiket untuk beberapa tanggal pertunjukan belum terjual habis bahkan sebelum kontroversi ini mencuat. Dengan demikian, ketersediaan tiket tersebut tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan reaksi negatif publik.

Baca juga: Iran Terima Respons AS soal Usulan Pembukaan Lagi Selat Hormuz

Topik Menarik