ICC 2026 Bahas Pentingnya Mahasiswa Sampaikan Pandangan Berbasis Data

ICC 2026 Bahas Pentingnya Mahasiswa Sampaikan Pandangan Berbasis Data

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 30 September 2026 - 18:00
share

Direktur FBI Kash Patel dan kepolisian Belanda mengumumkan penangkapan seorang peretas terkemuka yang diduga sebagai pemimpin ShinyHunters, sebuah kelompok kejahatan siber yang baru-baru ini mengaku telah mencuri data mengenai "hampir seluruh" agen FBI.

Otoritas Belanda pertama kali mengungkapkan penangkapan tersebut pada hari Senin, sebelum pejabat dari kedua negara mengonfirmasinya pada hari Selasa. Patel menggambarkan ShinyHunters sebagai "kelompok kejahatan siber dan pelaku ancaman global yang terkait dengan serangan siber di Amerika Serikat, Belanda, dan seluruh dunia."

Kepolisian Belanda menyatakan bahwa tersangka ditangkap pada 15 September atas dugaan tindak pidana siber dan upaya menghasut setidaknya dua pembunuhan di luar negeri. Pejabat AS dan Belanda mengatakan penangkapan lebih lanjut terkait kasus ini mungkin akan menyusul.

Kedua lembaga tidak mengungkap identitas tersangka. Namun, Benjamin Korper, pimpinan perusahaan keamanan siber Neo Security yang berbasis di Amsterdam, mengatakan bahwa orang yang ditangkap adalah kepala keamanan ofensif perusahaan tersebut, Pepijn van der Stap.Korper mengatakan Van der Stap telah melalui pemeriksaan latar belakang yang cermat setelah bebas dari penjara pada Desember 2025 dan sebelum bergabung dengan perusahaan; ia menambahkan bahwa dirinya terkejut dengan penangkapan tersebut.

Peretas berusia 24 tahun yang disebut-sebut telah insaf itu sempat menjadi sorotan internasional pada tahun 2023 ketika ia divonis bersalah atas pencurian data dan pemerasan. Ia kemudian secara terbuka menyatakan meninggalkan dunia kejahatan siber. Van der Stap mengklaim bahwa latar belakang kejahatan sibernya pada akhirnya memberinya pengetahuan yang berguna "untuk membangun dan melindungi, bukan merusak."

Akan tetapi, kelompok ShinyHunters membantah adanya hubungan dengan Van der Stap. “Individu tersebut tidak memiliki kaitan apa pun dengan kami. Terus terang, kami menertawakan hal ini,” ujar kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan kepada Cybernews, sembari mengejek polisi Belanda sebagai pihak yang “tidak cakap dan tidak kompeten.”

“Polisi Belanda sedang mencari perhatian dan dukungan publik setelah mengalami rasa malu yang luar biasa akibat peretasan Odido. Mereka ingin terlihat lebih unggul daripada FBI dalam menyelidiki ShinyHunters,” tambah kelompok itu, merujuk pada insiden pembobolan besar dan upaya pemerasan yang dialami operator seluler terbesar di Belanda pada bulan Februari lalu.

Laporan media mengenai kasus ini mengindikasikan bahwa Van der Stap mungkin menjadi korban tipu daya yang rumit, yang diduga dirancang oleh faksi sempalan ShinyHunters yang dikenal sebagai Scattered Lapsus$ Hunters. Menurut Brian Krebs, seorang jurnalis investigasi Amerika yang berfokus pada penjahat siber bermotif keuntungan, Van der Stap terlibat perselisihan sengit dengan pemimpin faksi sempalan tersebut—yang hanya dikenal dengan nama ‘Rey’—mengenai kendali atas merek ShinyHunters.

Sumber-sumber mengatakan kepada Krebs bahwa faksi tersebut mungkin sengaja menggunakan mantan alias Van der Stap, ‘Umbreon’—nama karakter Pokémon yang populer—untuk menjebaknya. Citra Umbreon digunakan oleh kelompok tersebut dalam serangan baru-baru ini terhadap geng ransomware saingan dan serangan yang menargetkan FBI; kedua insiden ini terjadi setelah penangkapan Van der Stap dan kini diduga merupakan bagian dari skema tipu daya tersebut.

Sebelumnya, kelompok itu menyatakan bahwa dugaan pembobolan data FBI—di mana data pribadi “hampir seluruh” agen dicuri—“tidak didasari motif finansial.” Sebaliknya, ShinyHunters menuntut agar badan tersebut mencabut peringatan keamanan siber yang mereka keluarkan, dengan klaim bahwa peringatan itu memuat tuduhan palsu mengenai kelompok mereka.

Awalnya, kelompok itu memberikan tenggat waktu satu minggu bagi FBI untuk memenuhi tuntutan tersebut, namun akhirnya mereka membatalkannya dan menyatakan bahwa hal itu bukanlah sebuah “ancaman” serta “tidak akan terjadi apa-apa” jika badan tersebut menolak memenuhi tuntutan mereka.

Topik Menarik