Tidur Tidak Pakai Bantal Lebih Sehat? Ini Faktanya

Tidur Tidak Pakai Bantal Lebih Sehat? Ini Faktanya

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 15 September 2026 - 22:06
share

JAKARTA - Bantal menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari kebiasaan tidur banyak orang. Namun, sebagian orang justru memilih tidur tanpa bantal karena dianggap dapat membuat posisi tubuh lebih alami. Lantas, mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan leher dan punggung?

Hingga kini, belum ada penelitian yang secara langsung membandingkan kualitas tidur atau kesehatan tulang belakang pada orang yang tidur menggunakan bantal dengan mereka yang sama sekali tidak menggunakannya.

Meski begitu, sejumlah dokter yang menangani masalah leher dan tulang belakang memiliki satu pertimbangan utama, yakni menjaga kepala, leher, dan punggung tetap berada dalam posisi netral selama tidur.

Ahli bedah tulang belakang di Hackensack University Medical Center, Ari R. Berg, MD, mengatakan bantal pada umumnya membantu mempertahankan posisi tersebut. Kepala dan leher sebaiknya tetap sejajar dengan tulang belakang tanpa menghilangkan lekukan alami pada bagian leher.

“Bagi sebagian besar orang, tidur dengan bantal jauh lebih baik,” ujar Berg.

Namun, bukan berarti semua bantal cocok untuk setiap orang. Ketebalan, tingkat kekerasan, serta posisi tidur perlu menjadi pertimbangan.

Bantal Disesuaikan dengan Posisi Tidur

Spesialis tulang belakang Mara Vucich, DO, mengatakan penggunaan bantal dapat membantu menjaga kesejajaran tulang belakang leher. Posisi yang tepat juga memungkinkan otot leher dan bahu lebih rileks ketika tubuh beristirahat.

Untuk orang yang tidur menyamping, misalnya, bantal perlu mengisi ruang antara kepala dan bahu. Bantal yang terlalu tipis dapat membuat kepala miring ke arah kasur dan memberikan tekanan pada leher serta bahu.

Sementara itu, orang yang terbiasa tidur telentang umumnya membutuhkan bantal dengan ketebalan sedang untuk menopang lekukan alami leher.

Adapun mereka yang tidur tengkurap cenderung membutuhkan bantal yang lebih tipis. Pasalnya, posisi tengkurap sudah membuat kepala harus menoleh ke salah satu sisi. Bantal yang terlalu tebal dapat membuat leher semakin terangkat dan terpuntir.

Jangan Asal Pilih Bantal

Dokter Jason A. Smith, MD, dari Atlantic Health, mengatakan masalah biasanya bukan terletak pada penggunaan bantal itu sendiri, melainkan pemilihan bantal yang tidak sesuai.

Bantal yang terlalu tinggi dapat membuat leher berada dalam posisi tidak alami. Pada orang yang tidur telentang, misalnya, posisi tersebut bisa membuat dagu terdorong ke arah dada dan menyebabkan otot bagian belakang leher serta punggung atas meregang.

Sebaliknya, bantal yang terlalu tipis saat tidur menyamping dapat membuat kepala turun di bawah posisi bahu. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan pada otot dan ligamen leher.

Tingkat kekerasan juga penting. Bantal yang terlalu lembut dapat kehilangan bentuk selama digunakan sehingga dukungannya berkurang. Sementara bantal yang terlalu keras bisa menimbulkan tekanan pada bagian tertentu.

Bagaimana Jika Tidur Tanpa Bantal?

Tidur tanpa bantal bukan berarti selalu buruk. Kondisi ini mungkin lebih sesuai bagi orang yang tidur tengkurap karena kepala dan leher dapat berada dalam posisi yang lebih datar.

Berg menjelaskan, tidur tengkurap tanpa bantal atau menggunakan bantal yang sangat tipis dapat mengurangi sudut tekukan leher dibandingkan jika menggunakan bantal tebal.

Meski demikian, Smith lebih menyarankan penggunaan bantal yang datar daripada menghilangkan penyangga sama sekali jika bantal yang digunakan saat ini terasa mengganggu.

Pada orang yang tidur menyamping, tidak menggunakan bantal justru dapat membuat kepala turun jauh di bawah bahu. Akibatnya, leher mendapatkan tekanan dari samping yang dapat memicu rasa sakit dan kaku.

Sementara bagi orang yang tidur telentang, tidak adanya penyangga dapat membuat kepala terlalu menengadah. Posisi tersebut dapat memberikan tekanan pada sendi, otot, dan ligamen di sekitar leher.

Selain itu, posisi tubuh saat tidur dapat berubah tanpa disadari. Seseorang mungkin awalnya merasa nyaman tanpa bantal, tetapi kemudian berganti posisi menjadi menyamping sehingga kesejajaran leher tidak lagi terjaga.

Jadi, Lebih Baik Pakai Bantal atau Tidak?

Secara umum, dokter lebih menyarankan penggunaan bantal karena lebih mudah membantu mempertahankan posisi kepala, leher, dan tulang belakang tetap netral.

Namun, tidak ada satu jenis bantal yang ideal untuk semua orang. Pilihannya perlu disesuaikan dengan posisi tidur dan bentuk tubuh masing-masing.

Pada akhirnya, bantal bukanlah tujuan utama, melainkan alat untuk menjaga posisi tulang belakang tetap nyaman dan netral selama tidur. Jika bangun tidur sering disertai leher kaku atau sakit, bisa jadi masalahnya bukan karena harus tidur tanpa bantal, melainkan karena bantal yang digunakan belum sesuai.

Topik Menarik