3 Gunung yang Disebut dalam Al-Quran, Gunung Judi Tempat Berlabuh Bahtera Nabi Nuh
Gunung merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang banyak disebut dalam Al-Qur’an. Selain menjadi bagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya, gunung juga disebut sebagai pasak bumi yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Naba ayat 7:
وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ
"....dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS An-Naba: 7).
Dalam tafsir ayattersebut dijelaskan bahwa gunung diibaratkan seperti pasak yang dipancangkan untuk menjaga bumi agar tidak berguncang, sehingga manusia dapat hidup dengan tenang di atasnya.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa gunung bukan sekadar bentang alam yang menjulang tinggi. Keberadaannya menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah SWT yang patut direnungkan manusia.Baca juga:Gunung Bisa Murka kepada Manusia? Ini Penjelasan Al-Quran
Selain berbicara tentang fungsi gunung, Al-Qur’an juga menyebut sejumlah gunung dan kawasan pegunungan yang berkaitan dengan kisah para nabi serta umat terdahulu.
3 Gunung yang Diabadikan dalam Kisah-kisah Al Quran:
1. Gunung Sinai atau Thursina
Gunung Sinai atau Thursina merupakan salah satu gunung yang dikenal dalam Al-Qur’an. Sejumlah ahli tafsir mengaitkan Thursina dengan kawasan Semenanjung Sinai di Mesir.Pendapat tersebut antara lain dikemukakan Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur’an. Menurutnya, Thursina atau Sinai merupakan gunung tempat Nabi Musa AS menerima panggilan untuk berdialog dengan Allah SWT.
Nama Thursina juga disebut dalam Surah At-Tin. Kawasan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kisah Nabi Musa AS dan perjalanan Bani Israil.
Dalam rangkaian kisah tersebut juga dikenal peristiwa penyembahan anak lembu yang dibuat oleh Samiri ketika Nabi Musa AS pergi untuk menerima wahyu. Peristiwa itu menjadi salah satu ujian besar bagi Bani Israil.
2. Gunung Judi, Tempat Berlabuh Bahtera Nabi Nuh AS
Gunung lainnya yang disebut secara jelas dalam Al-Qur’an adalah Gunung Judi. Gunung ini memiliki kaitan erat dengan kisah Nabi Nuh AS dan banjir besar yang menimpa kaumnya.Al-Qur’an tidak menjelaskan secara rinci lokasi pemukiman kaum Nabi Nuh AS. Namun, sejumlah pendapat ulama mengaitkannya dengan kawasan yang berada di sekitar Irak.Dalam Surat Hud ayat 44, Allah SWT berfirman:
"Dan difirmankan, 'Wahai bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan) berhentilah!' Dan air pun disurutkan dan perintah pun diselesaikan dan kapal itu pun berlabuh di atas gunung Judi dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang zalim.'" (QS Hud: 44).
Ayat tersebut menyebutkan dengan jelas bahwa bahtera Nabi Nuh AS akhirnya berlabuh di Gunung Judi setelah air bah surut atas perintah Allah SWT.
Dalam sejumlah literatur tafsir, lokasi Gunung Judi dikaitkan dengan kawasan pegunungan di wilayah yang kini berada di sekitar perbatasan Turki, Irak dan Suriah.Maulana Yusuf Ali dalam The Holy Qur'an: Text, Translation and Commentary juga mengaitkan Gunung Judi dengan kawasan tersebut.
3. Pegunungan yang Menjadi Tempat Tinggal Kaum Tsamud
Al-Qur’an juga mengisahkan kaum Tsamud yang dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam memahat gunung dan membangun tempat tinggal di kawasan berbatu.Kaum Tsamud merupakan umat Nabi Saleh AS. Mereka diberikan berbagai kenikmatan dan kehidupan yang makmur, tetapi kemudian banyak di antara mereka mengingkari ajaran yang disampaikan Nabi Saleh AS.
Kisah mereka antara lain disebutkan dalam Surat Al-A'raf, Hud, Asy-Syu'ara dan sejumlah surah lainnya.
Kawasan yang sering dikaitkan dengan peninggalan kaum Tsamud berada di wilayah AlUla, Arab Saudi. Situs tersebut juga dikenal sebagai Hegra atau Madain Saleh dan memiliki berbagai peninggalan berupa bangunan serta makam yang dipahat pada batu.
Namun, penyebutan lokasi arkeologis modern tersebut perlu dibedakan dari kepastian lokasi yang disebut Al-Qur’an. Al-Qur’an tidak secara eksplisit menyatakan bahwa seluruh situs arkeologi di AlUla merupakan peninggalan kaum Tsamud.Kaum Tsamud dikenal sebagai masyarakat yang memiliki kemampuan membangun tempat tinggal dengan memahat gunung-gunung. Allah SWT mengingatkan mereka agar tidak menyalahgunakan berbagai nikmat yang telah diberikan.
Kisah tersebut menjadi pelajaran bagi manusia bahwa kekuatan, kekayaan dan kemampuan membangun peradaban tidak menjamin keselamatan apabila manusia justru mengingkari Allah SWT.
Gunung Menjadi Tanda Kebesaran Allah
Berbagai penyebutan gunung dalam Al-Qur’an menunjukkan bahwa alam memiliki banyak pelajaran bagi manusia. Gunung dapat menjadi pasak bumi, menjadi bagian dari kisah para nabi dan umat terdahulu, hingga menjadi simbol kekuatan ciptaan Allah SWT.Kisah Gunung Sinai, Gunung Judi dan kawasan yang berkaitan dengan kaum Tsamud juga mengingatkan manusia bahwa kebesaran alam tidak terlepas dari kekuasaan Allah SWT.
Karena itu, keberadaan gunung semestinya tidak hanya dipandang dari sisi keindahan maupun manfaatnya. Lebih dari itu, gunung dapat menjadi sarana untuk bertafakur dan semakin menyadari kebesaran Sang Pencipta. Wallahu a'lam.
Baca juga:2 Doa saat Gunung Meletus dan Terjadi Bencana, Lengkap Arab-Latin dan Artinya










