Surat An-Nasr, Isyarat Dekatnya Wafat Rasulullah SAW
Surat An-Nasr merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang memiliki makna mendalam. Di balik kabar kemenangan dan pertolongan Allah SWT, surat yang terdiri dari tiga ayat ini ternyata dipahami sebagai isyarat bahwa ajal atau wafatnya Nabi MuhammadShallalahu Alaihi Wassalam telah dekat.
Hal tersebut berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu'Anhu, salah satunya terdapat dalam Shahih al-Bukhari. Pemahaman ini juga dijelaskan Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Allah SWT berfirman:
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3)
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat." (QS An-Nasr: 1-3).
Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas RA mengenai pemahaman terhadap surat tersebut. Ketika itu, Khalifah Umar bin Khattab RA memasukkan Ibnu Abbas ke dalam kelompok para sahabat senior yang pernah mengikuti Perang Badar.Baca juga:Selain Maulid, Rabiul Awal Ternyata Bulan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Keberadaan Ibnu Abbas di antara para sahabat senior sempat dipertanyakan. Sebagian dari mereka merasa heran mengapa seorang yang masih muda ditempatkan bersama mereka.
Umar kemudian menjelaskan bahwa Ibnu Abbas memiliki kedudukan dan keilmuan yang telah mereka ketahui.
Ibnu Abbas memahami bahwa Umar sengaja mengikutsertakannya dalam pertemuan tersebut untuk menunjukkan kepada para sahabat senior tentang keluasan ilmu yang dimilikinya.
Umar lalu membuka pembicaraan dengan menanyakan makna firman Allah SWT dalam Surat An-Nasr:"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan."
Sebagian sahabat menjawab bahwa ayat tersebut merupakan perintah kepada kaum Muslimin untuk memuji Allah dan memohon ampun kepada-Nya setelah memperoleh pertolongan dan kemenangan.
Namun, sebagian lainnya memilih diam.
Umar kemudian bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai pemahamannya terhadap ayat tersebut.
"Apakah demikian pula menurutmu, wahai Ibnu Abbas?"
Ibnu Abbas menjawab, "Tidak."Umar kembali bertanya, "Bagaimanakah menurutmu?"
Ibnu Abbas kemudian menjelaskan bahwa Surat An-Nasr bukan sekadar kabar mengenai kemenangan umat Islam. Menurutnya, surat tersebut merupakan tanda tentang semakin dekatnya ajal Rasulullah SAW.
Ibnu Abbas memahami firman Allah SWT, "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan," sebagai tanda bahwa misi Rasulullah SAW telah mencapai kesempurnaan.
Setelah manusia berbondong-bondong masuk Islam, Rasulullah SAW diperintahkan untuk bertasbih memuji Allah dan memohon ampun kepada-Nya.
Pemahaman tersebut dikaitkan dengan ayat terakhir Surat An-Nasr:
"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Tobat."Mendengar penjelasan Ibnu Abbas, Umar bin Khattab RA mengatakan bahwa dirinya juga memiliki pemahaman yang sama.
Ibnu Katsir kemudian menjelaskan bahwa hadis tersebut diriwayatkan secara khusus oleh Imam al-Bukhari.
Dengan demikian, Surat An-Nasr tidak hanya berbicara tentang kemenangan dakwah Islam, tetapi juga mengandung isyarat mendalam mengenai berakhirnya tugas Rasulullah SAW di dunia.
Surat ini sekaligus mengajarkan bahwa ketika memperoleh keberhasilan dan pertolongan Allah SWT, seorang Muslim tidak semestinya larut dalam kebanggaan. Sebaliknya, ia diperintahkan untuk memperbanyak tasbih, memuji Allah, serta memohon ampun kepada-Nya.
Baca juga:4 Alasan Mengapa Umat Islam Wajib Mencintai Rasulullah SAW










