Kubu Ruben Onsu Tuduh Sarwendah Berpotensi Gagalkan Mediasi Hak Asuh Anak, Ini Alasannya!
JAKARTA, iNews.id - Sidang mediasi antara Ruben Onsu dan Sarwendah terkait gugatan hak asuh anak kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/8/2026). Namun, proses perdamaian kedua pihak berpotensi menemui jalan buntu, kenapa?
Menurut kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, perdamaian berpotensi gagal jika Sarwendah tetap mempertahankan sejumlah syarat yang dinilai berada di luar kesepakatan awal. Bagi Minolq, keberhasilan mediasi sangat bergantung pada kesediaan kedua belah pihak untuk menemukan titik temu.
Minola menilai mediasi akan sulit mencapai kesepakatan apabila salah satu pihak tetap bersikukuh dengan ketentuan yang dianggap hanya menguntungkan pihaknya.
“Kalau pihak sana nggak mau dan bersikukuh dengan apa yang menurut dia benar, maka ini akan membuat mediasi itu gagal karena masing-masing pihak akan bertahan dengan keyakinannya,” jelas Minola pada awak media, belum lama ini.
Minola sebelumnya menjelaskan bahwa salah satu alasan Ruben mengajukan gugatan berkaitan dengan kesulitan mendapatkan quality time bersama buah hatinya. Kondisi tersebut semakin terasa ketika anak-anak Ruben tidak dapat hadir di momen ulang tahunnya pada 15 Agustus 2026.
“Kami hanya ingin menyampaikan hal-hal yang menurut kami menjadi alasan kenapa kami mengajukan gugatan. Yaitu tidak bisa bertemu dengan anak-anak, bahkan kemarin di hari jadinya sudah tidak bisa bertemu. Itu saja,” ungkap Minola.
Bagi kubu Ruben, persoalan pertemuan dengan anak menjadi salah satu hal penting yang ingin diperjuangkan melalui gugatan tersebut.
Kubu Ruben Tak Ungkap Isi Mediasi
Meski menyebut adanya potensi kegagalan mediasi, Minola memilih tidak membeberkan secara detail syarat atau materi yang dibicarakan kedua pihak di ruang mediasi.
Ia beralasan seluruh pembahasan dalam proses mediasi harus dijaga kerahasiaannya.
“Kami memegang teguh hal itu (rahasia mediasi) sehingga sampai hari ini kami tidak pernah bicara apa pun. Itulah ciri dari warga negara yang baik yang taat akan aturan,” kata Minola.
Dengan demikian, detail mengenai syarat yang menjadi persoalan antara Ruben dan Sarwendah belum diungkap secara terbuka.
Namun, Minola menegaskan pihaknya tidak ingin menyelesaikan persoalan hanya dengan pernyataan di hadapan publik. Jika diperlukan, kubu Ruben siap menempuh langkah hukum.
Kini, perhatian publik tertuju pada jalannya mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah hari ini. Jika kedua pihak mampu melonggarkan posisi masing-masing, perdamaian masih terbuka.
Sebaliknya, apabila salah satu pihak tetap bertahan pada syarat yang dianggap berada di luar kesepakatan awal, proses mediasi berpotensi gagal dan konflik hak asuh anak ini dapat berlanjut ke tahap hukum berikutnya.









