Kemendiktisaintek Pantau Kampus Terdampak Gempa NTT, Keselamatan Mahasiswa Prioritas

Kemendiktisaintek Pantau Kampus Terdampak Gempa NTT, Keselamatan Mahasiswa Prioritas

Gaya Hidup | sindonews | Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:50
share

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus memantau perkembangan kondisi perguruan tinggi dan sivitas akademika di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Kemendiktisaintek menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas bencana yang terjadi serta memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan seluruh sivitas akademika perguruan tinggi di wilayah terdampak.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menegaskan bahwa keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam situasi bencana, sementara proses pendidikan perlu tetap dijaga melalui penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.

Baca juga: Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Cek Formasi, IPDN, PKN STAN, hingga STIN

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga bagian dari ekosistem masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan,” katanya, melalui siaran pers, dikutip Selasa (18/8/2026).

Kemendiktisaintek Dorong Fleksibilitas Pembelajaran

Dalam aspek keberlanjutan pembelajaran, Kemendiktisaintek mendorong perguruan tinggi untuk menerapkan fleksibilitas akademik bagi mahasiswa yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh bencana. Keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik harus menjadi pertimbangan utama sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan di wilayah yang fasilitasnya belum dinyatakan aman. Perguruan tinggi dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh atau metode pembelajaran alternatif apabila kondisi jaringan dan infrastruktur memungkinkan, melakukan penyesuaian jadwal, serta menunda kegiatan akademik yang mengharuskan mahasiswa berada di lokasi yang belum aman.

Baca juga: Formasi Tim Paskibraka 'Indonesia Adil Makmur' Bertugas pada Upacara Penurunan Bendera di Istana

Penyesuaian juga dapat diberikan terhadap perkuliahan, praktikum, ujian, tugas akhir, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya agar mahasiswa tidak dirugikan akibat kondisi kedaruratan.

Kemendiktisaintek akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait dalam memastikan keselamatan sivitas akademika, mendukung respons perguruan tinggi terhadap masyarakat terdampak, serta menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi selama proses pemulihan pascagempa NTT.

Kemendiktisaintek berkoordinasi dengan perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah XV, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk memastikan kondisi sivitas akademika dan perguruan tinggi di wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan yang telah diterima LLDIKTI Wilayah XV per 16 Agustus 2026, sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) telah menyampaikan informasi awal mengenai kondisi fasilitas kampus pascagempa. Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER Bajawa) melaporkan kerusakan ringan, sementara Politeknik ElBajo Commodus melaporkan kerusakan pada bagian plafon ruang belajar-mengajar di dalam gedung kampus.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan surat kepada seluruh pimpinan PTS dan badan penyelenggara untuk segera melakukan konsolidasi sivitas akademika sekaligus melakukan pemantauan situasi secara aktif.

Topik Menarik