Waspada! Bercak Hitam Tebal di Leher Belakang Jadi Gejala Awal Resistensi Insulin

Waspada! Bercak Hitam Tebal di Leher Belakang Jadi Gejala Awal Resistensi Insulin

Gaya Hidup | okezone | Senin, 13 Juli 2026 - 22:05
share

JAKARTA — Pernahkah kamu melihat seseorang dengan bercak hitam di belakang leher? Sebagian besar menganggap kondisi tersebut hanyalah penumpukan daki atau kotoran akibat kurang menjaga kebersihan tubuh. 

Alhasil, berbagai cara dilakukan mulai dari menggosoknya dengan sabun secara keras hingga menggunakan lulur dan scrub, meski seringkali berakhir dengan iritasi kulit tanpa membuahkan hasil.

Namun, dalam dunia medis, kondisi visual tersebut bukanlah disebabkan oleh kebersihan yang buruk. Dokter sekaligus influencer kesehatan Adam Prabata dalam unggahan di akun Threads miliknya mengungkapkan bahwa bercak hitam dan tebal di leher belakang bisa menjadi indikator klinis penting bahwa tubuh seseorang sudah mulai mengalami resistensi insulin.

“Tau gak kalo bercak item tebal di leher belakang itu bisa jadi tanda kita udah mulai resistensi insulin? Banyak yang kira bercak item di leher itu daki membandel. Udah coba digosok sabun, dilulur, bahkan di-scrub sampai perih, tapi tetap gak ilang," tulis dr. Adam, dikutip Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut secara medis merupakan penebalan dan penggelapan kulit pada area lipatan ini disebut sebagai Acanthosis Nigricans. Masalah ini paling sering ditemukan pada area leher belakang, ketiak, hingga lipatan paha. Munculnya gejala visual ini erat kaitannya dengan mekanisme kompensasi organ pankreas saat merespons penurunan sensitivitas sel terhadap hormon insulin.

“Namanya adalah achantosis nigricans. Mekanismenya adalah waktu sel tubuh mulai kurang sensitif sama insulin (resistensi insulin) maka pankreas akan kompensasi dengan pompa insulin lebih banyak,” jelasnya.

Dokter Adam menuturkan secara rinci bagaimana gangguan metabolisme di dalam tubuh akhirnya bermanifestasi pada perubahan struktur dan warna kulit eksternal seseorang.

“Kadar insulin yang tinggi ini akan nempel ke reseptor IGF-1 di sel kulit, tepatnya keratinosit dan fibroblas, dan memicu proliferasi berlebihan. Hasilnya kulit akan menebal, berlipat, dan hitam,” kata dr. Adam.

Topik Menarik