5 Ayat Al-Quran yang Mengisahkan Orang Kafir Memperolok Ayat Allah

5 Ayat Al-Quran yang Mengisahkan Orang Kafir Memperolok Ayat Allah

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:30
share

Tindakan memperolok-olok Al-Qur’an bukan hanya terjadi pada zaman sekarang. Al-Qur’an telah mengabadikan sejumlah peristiwa ketika orang-orang kafirmendustakan, mempermainkan, dan menjadikan ayat-ayat Allah SWTsebagai bahan olok-olok.

Al-Qur’an tidak hanya mencatat perbuatan tersebut, tetapi juga memberikan peringatan mengenai konsekuensi yang akan diterima oleh mereka yang mendustakan kebenaran dan memperolok ayat-ayat Allah SWT.

5 Ayat Al-Qur’an yang Menggambarkan Tindakan Tersebut:

1. Surah An-Nisa Ayat 140

Allah SWT berfirman:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

“Sungguh, Allah telah menurunkan (ketentuan) bagimu dalam Kitab (Al-Qur’an) bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), janganlah kamu duduk bersama mereka hingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Sesungguhnya kamu (apabila tetap berbuat demikian) tentulah serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang munafik dan orang kafir di (neraka) Jahanam.”

Baca juga:Hapalan Ayat Dijadikan Gimik Hadiah Miras, Begini Ancaman Allah dalam Al Quran

Ayat ini menjadi peringatan bagi orang beriman agar tidak ikut berada dalam majelis yang di dalamnya ayat-ayat Allah diingkari atau dijadikan bahan olok-olok.

2. Surah Al-An’am Ayat 5 dan 68

Dalam Surah Al-An’am ayat 5, Allah SWT berfirman:فَقَدْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“Sungguh, mereka telah mendustakan kebenaran (Al-Qur’an) ketika sampai kepada mereka. Maka, kelak akan sampai kepada mereka berita-berita (tentang kebenaran) sesuatu yang selalu mereka perolok-olokkan.”

Sementara pada ayat 68, Allah SWT memberikan petunjuk kepada Nabi Muhammad SAW dan umat Islam:

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Apabila engkau (Nabi Muhammad) melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zalim.”

Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa sikap seorang Muslim terhadap penghinaan terhadap ayat Allah bukan dengan ikut larut, melainkan meninggalkan pembicaraan tersebut.

3. Surah At-Taubah Ayat 65

Al-Qur’an juga mengisahkan orang-orang yang berdalih bahwa tindakan mereka hanya candaan ketika memperolok-olok Allah SWT, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya.Allah SWT berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

“Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’”

Ayat ini menjadi pelajaran bahwa alasan bercanda tidak dapat dijadikan pembenaran ketika yang dijadikan bahan olok-olok adalah Allah SWT, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya.

4. Surah Al-Kahfi Ayat 56 dan 106

Dalam Surah Al-Kahfi ayat 56, Allah SWT berfirman:

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ ۚ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ ۖ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنْذِرُوا هُزُوًا

“Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. (Akan tetapi,) orang-orang yang kufur membantah dengan (cara) yang batil agar dengan itu mereka dapat melenyapkan sesuatu yang hak (kebenaran). Mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olok.”Kemudian pada ayat 106, Allah SWT menjelaskan balasan bagi mereka:

ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا

“Itulah balasan mereka (berupa neraka) Jahanam karena mereka telah kufur serta menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olokan.”

Ayat tersebut memperlihatkan bahwa sikap mempermainkan ayat Allah dan risalah para rasul bukan perkara ringan dalam pandangan Islam.

5. Surah Asy-Syu’ara Ayat 6

Allah SWT berfirman:

فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

“Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur’an). Maka, kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan.”Ayat tersebut kembali menegaskan akibat dari sikap mendustakan dan memperolok-olok kebenaran yang dibawa oleh para rasul.

Pelajaran bagi Umat Islam

Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah sejak dahulu memberikan gambaran mengenai sikap orang-orang yang mendustakan dan memperolok-olok wahyu Allah SWT.

Peringatan tersebut juga relevan dengan kehidupan modern ketika ayat Al-Qur’an terkadang dijadikan bahan candaan, konten sensasi, atau sekadar gimmick untuk mendapatkan perhatian di media sosial.

Karena itu, umat Islam diperintahkan untuk menjaga kehormatan Al-Qur’an serta tidak ikut terlibat dalam majelis atau aktivitas yang menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan penghinaan.

Namun, sikap tegas tersebut harus tetap dilakukan dengan cara yang bijaksana. Umat Islam tidak dibenarkan melakukan tindakan main hakim sendiri. Apabila terdapat dugaan penistaan agama atau pelanggaran hukum, persoalan tersebut semestinya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Al-Qur’an telah memberikan peringatan bahwa orang-orang yang memperolok-olok ayat Allah akan menghadapi konsekuensi atas perbuatannya. Bagi umat Islam, pesan terpenting dari ayat-ayat tersebut adalah menjaga kehormatan kitab suci, memperkuat keimanan, serta tidak ikut menormalisasi tindakan yang merendahkan ajaran agama.

Baca juga:Hukum Mengolok-olok Ayat Al-Quran, Dosa Besar dan Bisa Jatuh Kafir?

Topik Menarik